Aceh Utara – Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Utara, Aceh, pada Kamis (22/1/2026). Dalam agenda tersebut, Tito meninjau langsung lokasi terdampak bencana banjir yang melanda wilayah tersebut akhir tahun lalu.
Makan Bersama Pengungsi di Tenda
Salah satu momen penting dalam kunjungan Tito adalah saat ia bersantap siang bersama para pengungsi di Dusun Seulemak, Kecamatan Langkahan. Bertempat di dalam tenda, Tito menikmati beragam menu hidangan bersama warga yang terdampak parah oleh banjir. Dusun Seulemak merupakan salah satu area yang mengalami kerusakan berat, bahkan banyak rumah warga yang hanyut tersapu banjir.
Pada kesempatan tersebut, Tito juga menyerahkan bantuan langsung kepada warga berupa bahan makanan pokok dan perlengkapan tidur. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para pengungsi yang masih berada di pengungsian.
Kemajuan Penanganan Pascabencana
Meskipun terdampak parah, Tito mengapresiasi kemajuan yang telah dicapai dalam penanganan pascabencana di Aceh Utara. Ia menyoroti perbaikan akses jalan yang sebelumnya tertimbun lumpur tebal. “Di Aceh Utara ini terutama kita lihat Langkahan ini sudah yang kedua kali saya datang, ini [dulu saya lihat] masih banyak bekas-bekas lumpur. Tapi (sekarang) saya lihat ada kemajuan dibanding saya datang pertama, jalannya, jalan-jalan aksesnya sudah terbuka, tadinya lumpur semua,” ujar Tito dalam keterangan tertulisnya, Jumat (23/1/2026).
Skema Bantuan Hunian dan Finansial
Tito menjelaskan bahwa prioritas utama dalam percepatan penanganan adalah pembangunan hunian sementara (huntara) untuk para pengungsi. Hal ini bertujuan agar tidak ada lagi warga yang harus tinggal di tenda pengungsian. Bagi pengungsi yang tidak memilih tinggal di huntara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyiapkan Dana Tunggu Hunian (DTH). Dana ini dapat digunakan masyarakat untuk menyewa rumah atau menumpang di rumah keluarga.
Bantuan DTH diberikan sebesar Rp 600 ribu per bulan selama tiga bulan, dengan total mencapai Rp 1,8 juta. Skema bantuan ini dapat dikombinasikan dengan bantuan dari Kementerian Sosial, yaitu uang lauk-pauk sebesar Rp 15 ribu per individu setiap harinya. “Jadi kalau dia kontrak Rp 1,8 (juta) tiga bulan, setiap hari juga dapat makan. Uang makan Rp 15 ribu per orang per hari. Kalau 4 orang, berarti Rp 60 ribu,” jelasnya.
Pentingnya Pendataan Akurat
Di akhir kunjungannya, Tito menekankan pentingnya pendataan yang detail dan akurat terhadap masyarakat terdampak bencana. Pendataan ini mencakup tingkat kerusakan rumah, baik ringan, sedang, maupun berat. “Ini juga saya minta kepada Pak Bupati segera kumpulkan para keuchik (kepala desa), segera kumpulkan para camat untuk (masyarakat terdampak) didata. Jangan sampai (bantuan tersebut) salah sasaran. Betul-betul kepada masyarakat yang terdampak. Ini uang negara,” tegasnya.
Kunjungan ke Aceh Utara merupakan bagian dari rangkaian agenda Tito ke wilayah terdampak bencana di Sumatera. Sehari sebelumnya, ia juga telah mengunjungi Kabupaten Pidie Jaya dan Bireuen.






