BANDA ACEH, 10 Januari 2026 – Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, Tito Karnavian, sempat melupakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam penyebutan anggota tim pengarah satgas. Kejadian ini memicu candaan dari Tito mengenai potensi masalah jika Purbaya Yudhi Sadewa merasa kesal.
Tito Karnavian memimpin rapat koordinasi antara Satgas Pemulihan Pascabencana DPR dengan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekontruksi Pascabencana di Banda Aceh, Aceh, pada Sabtu (10/1/2026). Dalam kesempatan tersebut, Tito menjelaskan mengenai pembentukan satgas oleh pemerintah.
“Kami juga baru menerima Keppres, itu tanggal 9 (Januari). Keppres ini sendiri ditetapkan tanggal 8 Januari. Tugasnya paling utama satgas ini adalah mempercepat rehabilitasi, rekonstruksi pascabencana. Tapi kita bekerja di tengah situasi yang masih ada tanggap darurat,” ujar Tito menjelaskan tugas utama satgas.
Selanjutnya, Tito merinci susunan keanggotaan satgas, mulai dari tim pengarah hingga tim pelaksana.
Susunan Tim Pengarah dan Pelaksana
Menurut Tito, tim pengarah satgas diketuai oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK). Anggota tim pengarah terdiri dari seluruh Menteri Koordinator (Menko), Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri).
“Tim pengarahnya adalah ketuanya Pak Menko PMK, dan anggotanya adalah semua Menko ditambah Panglima TNI dan Kapolri,” jelas Tito.
Sementara itu, untuk tim pelaksana, dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri. Wakil ketua tim pelaksana berjumlah empat orang, yaitu:
- Kasum TNI Letjen Richard Tarigan Tampubolon
- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto
- Komandan Korps Brigade Mobil (Brimob) Polri Komjen Ramdani
- Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara Rosan Roeslani
Selain itu, struktur tim pelaksana juga mencakup bidang-bidang spesifik seperti Penyusunan Rencana Induk, Penyediaan Lahan, hingga Pengelolaan Data.
Candaan Tito Soal Purbaya
Di tengah penjelasan tersebut, Tito tiba-tiba menyadari bahwa ia belum menyebutkan nama Purbaya Yudhi Sadewa sebagai salah satu anggota tim pengarah. Ia pun langsung menimpali dengan nada bercanda.
“Sedangkan untuk infrastruktur, saya ulangi ada yang terlewat tim pengarah, selain Menko, Panglima TNI, Kapolri, juga di situ ada Bapak Purbaya, haha,” kata Tito.
Tito berkelakar bahwa melupakan nama Purbaya akan berakibat fatal. Ia mengibaratkan Purbaya yang marah akan membuat proses pencairan anggaran menjadi terhambat.
“Saya lupa menyampaikan ini, kuwalat ini kalau nggak, nanti ini, karena kalau beliau ngambek, beliau ngambek, kita chat mau rapat sampai malam juga percuma juga kita nanti. Iya, nggak ada pitinya, haha,” kelakarnya.






