Berita

Tinjau SD Terdampak Banjir, Tito Karnavian Pastikan Kebut Pemulihan Sekolah Pascabencana

Advertisement

Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, meninjau langsung kondisi SDN 155678 Hutanabolon 2 di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, Minggu (25/1/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan percepatan pemulihan fasilitas pendidikan pascabencana banjir yang melanda wilayah tersebut.

Dialog dengan Kepala Sekolah

Dalam kunjungannya, Tito Karnavian berdialog dengan Kepala Sekolah SDN 155678 Hutanabolon 2, Ramiannum Tambunan, untuk menggali informasi mengenai dampak banjir terhadap kegiatan belajar-mengajar. Tito menanyakan secara langsung kondisi sekolah, jumlah murid, serta situasi pembelajaran yang saat ini terpaksa dilakukan di tenda darurat.

“Kita berada di sekolah SD yang jumlah murid SD-nya berapa, Bu?” tanya Tito kepada Ramiannum.

Ramiannum menjelaskan bahwa sekolah tersebut memiliki 165 murid yang dididik oleh 12 guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 8 guru honorer. Ia memaparkan bahwa banjir sempat merendam sekolah dan meninggalkan lumpur, meskipun kerusakan berat berhasil dihindari. Saat ini, proses belajar-mengajar terpaksa dilaksanakan di dua tenda darurat yang merupakan bantuan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Sebagian besar kursi dan perlengkapan belajar masih menggunakan fasilitas yang tersisa.

“Sekarang masih belajar di tenda, Pak. Karena ruang kelas masih dalam proses pembersihan dan perbaikan,” ujar Ramiannum.

Apresiasi dan Catatan Pemulihan

Tito Karnavian mengapresiasi upaya cepat yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah (Pemda), TNI, Polri, serta para relawan dalam membersihkan dan memperbaiki sekolah. Ia juga menyoroti semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh berbagai pihak dalam proses pemulihan ini. Namun, ia mencatat bahwa kondisi belajar mengajar saat ini belum sepenuhnya ideal, mengingat beberapa kelas masih harus digabung, yang berpotensi menghambat kelancaran proses pembelajaran.

“Secepat mungkin kembali ke sekolahnya dan pembagian kelasnya jelas, sehingga proses belajar-mengajarnya akan lebih lancar,” kata Tito.

Kebutuhan Mendesak Sekolah

Dalam dialog tersebut, Tito juga secara spesifik menanyakan kebutuhan mendesak sekolah. Ramiannum menyampaikan bahwa banyak perabot sekolah (mebel) yang rusak parah atau hancur akibat banjir, termasuk komputer, laptop, dan perangkat pengeras suara.

Advertisement

“Kalau kami, Pak, masih banyak yang kurang. Mebel hancur semua, komputer, laptop, dan juga loudspeaker,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Tito Karnavian segera menyatakan kesiapannya untuk mengoordinasikan pemenuhan kebutuhan tersebut dengan Pemda dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti.

“Nanti akan kami pikirkan bersama Pak Gubernur, Pak Bupati, dan akan saya sampaikan ke Mendikdasmen,” ujar Tito.

Ia turut memberikan semangat kepada pihak sekolah agar tetap tabah dan optimis dalam menghadapi situasi ini. Tito menargetkan proses perbaikan dapat dipercepat agar kegiatan belajar-mengajar dapat segera kembali normal.

“Sabar, tetap semangat ya, Bu. Kita usahakan secepat mungkin,” pungkasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Tito Karnavian didampingi oleh Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, dan Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu.

Advertisement