Berita

Tim SAR Tak Dengar Suara Minta Tolong Saat Temukan Ponsel Kopilot ATR 42-500 di Pangkep

Advertisement

Tim Search and Rescue (SAR) Basarnas tidak mendengar adanya suara permintaan tolong atau pergerakan saat menemukan ponsel milik Kopilot Farhan Gunawan di lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusarung, Pangkep, Sulawesi Selatan. Penemuan ponsel ini menjadi salah satu titik penting dalam upaya pencarian korban.

Kronologi Penemuan Ponsel

Staf Search Mission Coordinator (SMC) Basarnas, Arman, menjelaskan bahwa tim yang melakukan pencarian di lokasi penemuan ponsel tidak mendengar suara apa pun yang mengindikasikan adanya korban yang masih hidup. “Tim kami yang turun di lokasi dan yang menemukan barang ini itu tidak ada sama sekali mendengar atau ada permintaan tolong suara dan lain sebagainya,” ujar Arman dilansir detikSulsel, Selasa (20/1/2025).

Arman merinci pembagian tim SAR di lapangan. Terdapat dua tim yang bertugas, satu tim berada di atas tebing dan tim lainnya menuruni tebing. “Itu tim yang menuruni tebing. Yang nginap di atas kan masih ada 10 orang. Yang menuruni tebing itu ada 10 orang. Memang tidak ada suara atau permintaan bantuan,” terangnya.

Aktivitas Smartwatch dan Penyerahan Ponsel

Ponsel Kopilot Farhan yang ditemukan kemudian diserahkan kepada pacar korban sebelum akhirnya diserahkan ke Polda Sulsel. Arman mengakui adanya aktivitas yang terekam pada smartwatch yang terhubung dengan ponsel tersebut, sesuai dengan klaim keluarga korban. “Kami tidak bisa mengatakan bahwa itu ada tanda-tanda kehidupan. Tapi melihat dari kondisi ini, kalau dilihat secara ada pergerakan. Untuk memastikan bahwa itu hidup atau seperti apa, kami belum bisa,” jelasnya.

Ponsel tersebut dibawa ke Makassar untuk dibuka kuncinya karena terkendala lock. “Intinya, hp ini kami serahkan (ke Polda) memang kemarin untuk bisa dibuka kuncinya. Karena locknya nggak bisa dimenuhi. makanya kami buatkan surat pernyataan (pacar korban) supaya bisa dibawa ke Makassar untuk bisa dibuka,” sambung Arman.

Advertisement

Klaim Keluarga Korban

Sebelumnya, pihak keluarga melalui Pitri Keandedes Hasibuan (30) menyatakan bahwa ponsel kopilot Farhan telah ditemukan pada hari yang sama dengan jatuhnya pesawat, Sabtu (17/1). Pitri menceritakan adanya panggilan yang diterima di lokasi kejadian.

“Tanggal 18 adik saya di sana, terus ada yang manggil dari sana, yang di tempat itulah, posko itulah, tempat kejadian. Ini ada ditemukan HP, kayak gitu. Ya udah terus adik saya turun melihat HP-nya, terus diambil sama adik saya kayak gitu,” ujar Pitri saat dikonfirmasi detikSulsel, Senin (19/1).

Menurut Pitri, ponsel tersebut terhubung dengan smartwatch yang dikenakan oleh kopilot Farhan. Ia juga menunjukkan tangkapan layar yang menampilkan data dari smartwatch, termasuk catatan hingga 13.647 langkah yang tercatat antara pukul 18.00 Wita hingga 22.00 Wita pada Minggu (18/1).

Advertisement