Berita

Tiga WNI Terjebak di Socotra Yaman Saat Koalisi Saudi Lakukan Serangan Militer

Advertisement

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengonfirmasi adanya tiga warga negara Indonesia (WNI) yang dilaporkan terjebak di Pulau Socotra, Yaman. Kondisi ini terjadi menyusul serangan pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi terhadap kelompok separatis di Yaman. Pihak Kemlu menyatakan ketiganya dalam keadaan aman.

Kondisi Aman dan Rencana Evakuasi

Plt Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, menyampaikan bahwa komunikasi terakhir dengan ketiga WNI tersebut dilakukan pada pagi hari. “Berdasarkan pemantauan terakhir, bahkan tadi pagi kami masih berkomunikasi, seluruh WNI berada dalam keadaan baik, sehat, dan aman,” ujar Heni di gedung Kemlu, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).

Pulau Socotra sendiri kerap dikaitkan dengan narasi sebagai tempat persembunyian Dajjal. Heni menjelaskan bahwa ketiga WNI tersebut dijadwalkan untuk diterbangkan keluar dari Yaman mulai hari ini. Pembukaan kembali jalur penerbangan dari Yaman telah diumumkan sejak Rabu (7/1) kemarin.

“Nah, kemudian mulai kemarin tanggal 7 Januari penerbangan sudah mulai dibuka dan pada penerbangan pertama, yaitu maskapai Yemenia Airways, ketiga WNI tersebut belum ikut terangkut meskipun sebetulnya namanya sudah dimasukkan oleh pihak travel dan telah diupayakan oleh perwakilan RI. Nah rencananya pada hari ini nanti jam 1 siang dan juga besok ada penerbangan ke Jeddah, dan perwakilan kita di Muscat maupun Abu Dhabi tengah mendorong agar ketiga WNI tersebut bisa ikut,” jelas Heni.

Advertisement

Kronologi Terjebak Akibat Penutupan Wilayah Udara

Menurut Heni, ketiga WNI tersebut telah berada di Pulau Socotra sejak Sabtu (3/1). Mereka terjebak karena penutupan wilayah udara Yaman oleh Pemerintah Arab Saudi saat serangan militer koalisi Saudi berlangsung. Serangan tersebut menargetkan Pelabuhan Mukalla, Yaman, pada 30 Desember lalu.

“KBRI Muscat telah menerima informasi dari Satgas Perlindungan WNI di Yanan bahwa ada tiga orang WNI yang mengalami kondisi stranded di Socotra, Yaman, pada 3 Januari lalu. Nah, mereka terjebak di Socotra akibat wilayah udara di Yaman ditutup oleh Pemerintah Saudi pada saat serangan militer ke Pelabuhan Mukalla, Yaman, pada tanggal 30 Desember lalu,” ungkapnya.

Akibat penutupan tersebut, para WNI tidak dapat meninggalkan Socotra karena tidak ada penerbangan yang beroperasi. “Dan para WNI ini tidak dapat keluar dari Socotra karena tidak ada penerbangan yang beroperasi. Ke-tiga WNI tersebut masuk ke Socotra melalui jasa operator wisata Tour Socotra yang berbasis di Uni Emirat Arab,” tambahnya.

Advertisement