Berita

Testimoni Orang Tua: Siswa Sekolah Rakyat Rajin Salat dan Tak Lagi Kecanduan Gawai

Advertisement

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menerima banyak pesan haru dari orang tua mengenai perubahan positif pada anak-anak mereka setelah mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat. Ia menyebut para orang tua menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran institusi pendidikan tersebut.

Peresmian Sekolah Rakyat dan Potensi Siswa

Pernyataan ini disampaikan Saifullah Yusuf dalam acara peresmian Sekolah Rakyat yang dipusatkan di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin (12/1/2026). Acara tersebut turut dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto.

Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa para siswa di Sekolah Rakyat telah berhasil menemukan dan mengembangkan potensi masing-masing. Potensi tersebut sangat beragam, mencakup bidang sains dan teknologi, sosial, hingga bahasa.

“Melalui pemetaan talenta kami menemukan potensi yang sangat beragam ada yang kuat di bidang sains dan teknologi, ada yang menonjol di bidang sosial, dan ada pula yang berbakat di bidang bahasa,” ujar pria yang akrab disapa Gus Ipul ini.

Perubahan Positif yang Dirasakan Orang Tua

Hal serupa ternyata dirasakan oleh para orang tua siswa. Gus Ipul mengungkapkan bahwa banyak orang tua menyampaikan pesan mengharukan terkait perubahan sikap anak mereka menjadi lebih baik setelah bersekolah di Sekolah Rakyat.

“Perubahan ini juga dirasakan oleh para orang tua siswa Sekolah Rakyat. Setelah beberapa bulan tinggal di Sekolah Rakyat, para siswa mendapatkan kesempatan untuk pulang ke rumah,” ungkapnya.

Salah satu perubahan yang paling disyukuri adalah peningkatan ibadah. “Banyak pesan mengharukan yang kami terima dari para orang tua satu di antaranya terima kasih anak kami lebih rajin salatnya bahkan mengajak anak-anaknya salat, mengajak kakak-kakaknya salat,” tuturnya.

Selain itu, para orang tua juga melaporkan bahwa anak-anak mereka kini lebih rajin bangun pagi, membantu pekerjaan rumah, dan tidak lagi terpengaruh oleh kecanduan gawai.

Advertisement

“Terima kasih anak kami sekarang bisa bangun pagi, puji Tuhan sekarang anak kami mau membantu beres-beres rumah, terima kasih sekarang ananda tidak lagi kecanduan handphone,” kata Gus Ipul menirukan ucapan para orang tua.

Perubahan lain yang signifikan adalah peningkatan rasa percaya diri dan kemampuan bersosialisasi. Anak-anak yang sebelumnya cenderung menyendiri kini lebih aktif berinteraksi dengan teman sebaya.

“Terima kasih sekarang anak kami tidak lagi menyendiri mau bermain dengan teman sekitar di rumah dan lebih percaya diri,” ujarnya.

Dampak Pembelajaran dan Harapan

Berdasarkan testimoni tersebut, Gus Ipul meyakini bahwa pembelajaran di Sekolah Rakyat akan terus memberikan dampak positif yang lebih luas, terutama dalam memulihkan harapan bagi seluruh anggota keluarga.

“Bapak Presiden di titik ini kami yakin bahwa Pembelajaran di Sekolah Rakyat semakin bisa dirasakan dampaknya bagi siswa dan turut memulihkan harapan satu keluarga,” tegasnya.

Peresmian 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi ini merupakan hasil kolaborasi yang didukung oleh Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Kementerian Pekerjaan Umum, dan PT Pos Indonesia.

Advertisement