Hujan deras yang mengguyur wilayah Jasinga, Kabupaten Bogor, menyebabkan tebing Sungai Cidurian setinggi 20 meter longsor di Jalan Raya Jasinga-Bogor, Kecamatan Jasinga. Peristiwa ini mengakibatkan sebagian akses jalan ditutup dan kendaraan harus melintas secara bergantian.
Detail Kejadian Longsor
Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Muhamad Adam Hamdani, longsor terjadi pada Minggu (1/2/2026) sekitar pukul 08.30 WIB setelah hujan deras dengan intensitas tinggi dan durasi yang cukup lama.
“Hujan deras dengan intensitas tinggi dan durasi cukup lama yang terjadi di wilayah Jasinga menyebabkan tanah tebing bantaran Sungai Cidurian yang berada di sisi Jalan Raya Jasinga-Bogor mengalami longsor,” ujar Adam.
Akibat longsor tersebut, jalur di Jalan Raya Jasinga-Bogor ditutup sebagian. Pengendara dari arah Jasinga menuju Bogor harus bergantian melintas.
“Akses jalan sebagian ditutup untuk arah dari Jasinga ke Bogor dan diberlakukan 1 jalur buka tutup bergantian. Pada longsoran sudah diberikan garis pembatas BPBD line dan penutupan sebagian jalan demi keamanan pengguna jalan,” jelas Adam.
Kondisi Tebing dan Pohon Tumbang
Tebing yang longsor memiliki tinggi mencapai 20 meter dengan panjang sekitar 6 meter dan lebar 3 meter. Longsoran tersebut juga menyebabkan sebuah pohon tumbang dan menimpa kabel listrik.
Saat ini, pohon yang terbawa longsoran masih tertahan oleh kabel listrik dan posisinya miring ke arah Sungai Cidurian. Evakuasi pohon belum dapat dilakukan karena kondisi tanah yang masih labil, dikhawatirkan terjadi longsor susulan.
“Panjang longsoran 6 meter, tinggi longsor 20 meter, lebar longsor 3 meter sehingga mengakibatkan pohon tumbang menimpa kabel listrik,” kata Adam.
“Pohon yang terbawa longsoran saat ini dalam posisi miring ke arah Sungai Cidurian dan tertahan kabel yang melintang. Pohon tumbang belum bisa dievakuasi dikarenakan tanah labil sehingga khawatir ada pergerakan dan mengakibatkan longsor susulan,” imbuhnya.






