Berita

Tawuran Manggarai Kembali Pecah, Pemprov DKI Fokus Pendekatan Preventif dan Sosial

Advertisement

Jakarta – Tawuran antarwarga kembali pecah di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, pada Kamis (1/1/2026) dan Jumat (2/1/2026). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk terus fokus pada upaya preventif dan program sosial guna mengatasi permasalahan yang kerap terjadi di wilayah tersebut.

Dua Hari Berturut-turut Terjadi Tawuran

Tawuran pertama terjadi pada Kamis sore, melibatkan sekitar 20 orang dari Gang Tuyul RW 04 dengan warga Magasen RW 12 Kelurahan Manggarai. Sehari kemudian, pada Jumat siang, aksi serupa kembali terjadi di underpass Manggarai, masih melibatkan kelompok warga yang sama.

Kepolisian telah membubarkan kedua aksi tawuran tersebut dan menggelar patroli rutin dari gang ke gang di wilayah RW 04 dan RW 12.

Pemprov DKI: Fokus pada Pendekatan Preventif dan Komprehensif

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim, menyatakan bahwa Pemprov DKI tetap mengedepankan pendekatan preventif dan komprehensif dalam menangani persoalan tawuran.

“Langkah Pemprov saat ini tetap fokus pada pendekatan preventif dan komprehensif,” kata Chico Hakim, Sabtu (3/1/2026).

Ia menjelaskan, Pemprov DKI terus berkoordinasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk Polri, TNI, Satpol PP, camat, lurah, RT/RW, serta tokoh masyarakat dan agama. Upaya patroli rutin, dialog antarwarga, dan pencegahan dini di wilayah rawan tawuran terus dilakukan.

Perkuat Program Sosial untuk Anak Muda

Selain pengamanan, Pemprov DKI juga memperkuat program sosial yang ditujukan bagi anak muda agar tidak terlibat dalam aksi tawuran. Program ini mencakup penyediaan lapangan kerja, fasilitas olahraga, serta berbagai kegiatan produktif.

Advertisement

“Kita ingin energi anak-anak muda ini tersalurkan ke hal-hal yang positif,” ujar Chico.

Satgas Jaga Jakarta Dibentuk untuk Tangani Kerawanan Sosial

Sejak November 2025, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, telah membentuk dan meresmikan Satgas Jaga Jakarta. Satgas ini bertugas menangani masalah kerawanan sosial, seperti tawuran, konflik antarwarga, dan kriminalitas.

“Satgas ini melibatkan kolaborasi lintas elemen, termasuk Forkopimda, tokoh masyarakat, dan warga, dengan pendekatan humanis melalui informasi dini, koordinasi cepat, dan tindakan terukur,” jelas Chico.

Untuk kawasan rawan seperti Manggarai, Satgas Jaga Jakarta akan menjadi garda terdepan dalam monitoring dan pencegahan potensi gesekan antarwarga. Pemprov DKI juga mendorong partisipasi aktif masyarakat melalui program aduan #JagaJakarta.

Berbagai program berbasis sosial dan keagamaan, seperti kegiatan Manggarai Bersholawat, juga terus dijalankan sebagai bagian dari upaya meredam konflik.

Advertisement