Berita

Tarif Parkir Rp 60 Ribu di Tanah Abang Viral, 8 Jukir Liar Diamankan Polisi

Advertisement

Aksi juru parkir (jukir) liar yang mematok tarif parkir fantastis di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, pelaku diduga membebankan biaya parkir hingga Rp 100 ribu kepada pengendara.

Seorang warga yang menjadi korban aksi tersebut merekam kejadian itu dan menyebutkan bahwa biaya parkir yang dikenakan mencapai Rp 60 ribu. Video ini sontak memicu kemarahan dan keluhan dari masyarakat mengenai maraknya praktik pungutan liar di area tersebut.

Tindakan Kepolisian

Menanggapi keresahan yang timbul, Kapolsek Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo menyatakan pihaknya telah bergerak cepat untuk merespons keluhan warga. Polisi berhasil mengamankan delapan orang yang diduga merupakan jukir liar pelaku pungutan liar di Tanah Abang pada Senin (16/2).

“Polsek telah mengambil tindakan kepolisian terhadap berita viral agar tidak semakin berkembang. Dan guna menciptakan situasi yang kondusif dengan membawa tukang parkir yang terindikasi melakukan pungli,” ujar Dhimas.

Tarif Parkir Menggila

Hasil pemeriksaan awal mengungkap bahwa para pelaku memang mematok tarif parkir yang sangat tinggi di Tanah Abang, berkisar antara Rp 60 ribu hingga Rp 100 ribu. Angka ini jauh melampaui tarif parkir normal yang berlaku.

Advertisement

“Iya (getok biaya parkir Rp 60-100 ribu),” konfirmasi Dhimas.

Total ada delapan orang yang diamankan petugas. Mereka saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Tanah Abang untuk didalami lebih lanjut.

“Bukan ditangkap ya, dibawa ke polsek untuk diambil keterangan. (Ada) 1 orang yang viral dan ada 7 orang lain yang terindikasi melakukan tindakan yang sama,” jelas Dhimas.

Polisi akan mendalami apakah tindakan yang dilakukan para pelaku memenuhi unsur pidana atau cukup diberikan pembinaan. “Untuk diambil keterangan dan didalami apakah yang dilakukan oleh mereka memenuhi unsur untuk dilakukan penegakan hukum lebih lanjut atau cukup diberikan pembinaan,” tutupnya.

Advertisement