Berita

Tanah Bergerak di Sukamakmur Bogor: 60 Keluarga Terdampak, Pemkab Kaji Relokasi Warga

Advertisement

Bogor – Pergerakan tanah melanda wilayah Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menyebabkan sejumlah rumah mengalami kerusakan. Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengonfirmasi bahwa sedikitnya 60 keluarga terdampak langsung oleh fenomena alam ini.

Kerusakan dan Dampak bagi Warga

Menurut Rudy, dari jumlah tersebut, 38 keluarga mengalami kerusakan berat pada rumah mereka. Sementara itu, 20 keluarga lainnya, meskipun rumahnya tidak mengalami kerusakan fisik, berada di area yang tanahnya masih menunjukkan pergerakan aktif. “Maka kita hitung total ada 58, dibulatkan kurang lebih ada 60 keluarga,” ujar Rudy kepada wartawan pada Jumat (30/1/2026).

Menyikapi kondisi ini, Pemerintah Kabupaten Bogor segera mencari solusi penampungan sementara bagi warga yang terpaksa mengungsi. Tujuannya adalah untuk memastikan para korban tidak perlu bermalam di tenda darurat. “Kita memastikan hari ini berkunjung tahap pertama adalah kita menempatkan warga masyarakat yang mengungsi di tenda agar sore hari ini, malam hari ini, tidak ada lagi masyarakat yang tinggal di tenda. Maka Pemerintah Kabupaten Bogor hari ini membayar biaya untuk sewa rumah sementara selama 6 bulan ke depan untuk seluruh korban yang terdampak bencana,” jelas Rudy.

Kajian Geologi untuk Kebijakan Relokasi

Lebih lanjut, Pemkab Bogor berencana menurunkan tim geologi untuk melakukan kajian mendalam terhadap struktur tanah di lokasi kejadian. Tinjauan ini krusial untuk menentukan langkah kebijakan selanjutnya, termasuk kemungkinan relokasi warga.

“Kita pun dari tim geologi akan turun meninjau lokasi struktur tanah supaya kita bisa mengambil kebijakan ke depan terkait beberapa rumah-rumah yang akan dilakukan perbaikan oleh pemerintah Kabupaten Bogor,” sebutnya.

Advertisement

Rudy menambahkan, jika hasil kajian geologi menunjukkan area tersebut tidak layak huni, pemerintah akan segera bermusyawarah dengan tokoh masyarakat dan warga setempat untuk membahas opsi relokasi. “Kalau memang dari sisi kajian geologi tidak layak, maka kami akan bermusyawarah dulu dengan para tokoh masyarakat, dengan warga masyarakat, untuk melakukan relokasi,” tegasnya.

Penyebab dan Jumlah Korban

Peristiwa tanah bergerak ini terjadi di Desa Pabuaran, Kecamatan Sukamakmur, pada Kamis (29/1/2026), dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, menjelaskan bahwa hujan deras menyebabkan pergeseran tanah.

“Intensitas hujan yang cukup deras di wilayah tersebut mengakibatkan pergeseran tanah,” kata Adam.

Ia merinci dampak kerusakan, meliputi 3 unit rumah rusak berat, 5 unit rumah rusak ringan, dan 7 unit rumah lainnya juga mengalami kerusakan ringan. Meskipun tidak ada korban jiwa, sebanyak 51 orang terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Advertisement