Polisi menemukan tabung gas dinitrous oxide (N20) yang dikenal sebagai ‘Whip Pink’ di apartemen mendiang Lula Lahfah. Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami asal-usul tabung gas tersebut.
Penemuan Jenazah dan Tabung Gas
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Iskandarsyah, menjelaskan bahwa saat proses penemuan jenazah Lula Lahfah, korban ditemukan dalam kondisi tergeletak kaku di dalam kamar apartemennya. “Jadi, pada saat proses penemuan jenazah Saudari LL ini, kondisi Saudari LL ini tergeletak terbujur kaku sendiri di dalam kamar. Oleh karena itu, kami selaku penyidik di sini melaksanakan penyelidikan di mana menentukan apa ada tidaknya peristiwa pidana,” ujar Iskandarsyah dalam konferensi pers di Polres Jaksel, Jumat (30/1/2026).
Kerja Sama dengan Puslabfor dan CCTV
Terkait keberadaan tabung gas N20, kepolisian bekerja sama dengan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri untuk menelusuri asal tabung tersebut. Selain itu, penyidik juga berkoordinasi dengan pihak keamanan apartemen untuk menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV).
“Kami tetap untuk menelusuri dari mana tabung tersebut, sehingga disampaikan oleh rekan kita dari Puslabfor Mabes Polri, kita menemukan pembandingnya, karena pembanding tersebut sudah kita dapatkan,” jelas Iskandarsyah.
Peran Saksi A dan Kondisi Tabung
Berdasarkan rekaman CCTV, tabung tersebut diketahui dibawa oleh seorang saksi berinisial A. Setelah dilakukan pendalaman lebih lanjut, tabung tersebut diketahui dalam kondisi kosong.
“Kita bekerja sama dengan sekuriti dari pihak apartemen di mana itu diantar tabung tersebut, dan tadi kita saksikan di mana ada satu kantong yang dibawa oleh Saudari A,” ungkap Iskandarsyah. “Saudari A itu membawa kantong yang berisi tabung pink tersebut, yang setelah kita dalami dan setelah hasil pemeriksaan Puslabfor, tabung tersebut kosong,” tambahnya.
Pendalaman Pemesanan Online
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan bahwa penyidik masih mendalami dari mana tabung tersebut diperoleh. Hal ini termasuk menelusuri kemungkinan adanya pemesanan secara online.
“Artinya, dari penyidik masih mendalami dari mana pesanan, termasuk rekan-rekan juga bisa melihat ada satu platform yang memang menjual itu sekarang sudah menurunkan akunnya ya,” ujar Budi.






