Berita

Sopir Pertama Pengemudi Mazda CX-5 yang Tabrak Lari Hingga Tertemper Kereta Akhirnya Terungkap

Advertisement

Jakarta – Fakta baru terungkap dalam kasus tabrak lari yang berujung pada mobil Mazda CX-5 tertemper kereta api di Jakarta Utara. Polisi mengonfirmasi bahwa pengemudi awal yang menabrak sejumlah motor dan pejalan kaki hingga menewaskan dua orang di Tanah Sereal, Tambora, Jakarta Barat, bukanlah JC, melainkan rekannya.

Pengakuan Saksi di Dalam Mobil

Kepala Subdit Penegakan Hukum (Gakkum) Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani, menjelaskan bahwa informasi ini didapat setelah pihaknya menginterogasi saksi-saksi yang berada di dalam mobil tersebut. “Penabrak orang di Tanah Sereal bukan JC, tapi rekannya JC,” ujar AKBP Ojo Ruslani dalam keterangannya, Jumat (2/1/2025).

Ia menambahkan, “Saya barusan interogasi saksi yang ada dalam mobil Mazda yang saat ini masih diamankan di Unit Laka Jakarta Utara.”

Menurut Ojo, setelah insiden tabrak lari tersebut, pengemudi mobil bergantian menyetir dengan JC. Pihak kepolisian saat ini masih melakukan pencarian terhadap rekan JC tersebut. “Sedang kita cari, karena lari saat bergantian mengemudi antara temennya JC dengan JC,” jelasnya.

“Karena kurang yakin JC kepada temannya, karena habis menabrak itu maka kemudi diambil alih oleh JC,” sambung Ojo.

Panik dan Menerobos Palang Pintu KA

Ketika JC mengambil alih kemudi, mobil yang dikendarainya dikejar oleh massa. Dalam kondisi panik, JC nekat menerobos palang pintu perlintasan kereta api di Gunung Sahari, Jakarta Utara, meskipun palang pintu sudah tertutup dan terdengar bunyi sirine kereta.

Advertisement

“Karena panik, maka JC saat melintas rel KA di Gunung Sahari menabrak lokomotif yang sedang melintas, padahal palang pintu KA sudah tertutup dan sudah terdengar tanda bunyi KA,” papar Ojo.

Dua Korban Meninggal Dunia

Kecelakaan maut ini bermula terjadi di Jalan Tanah Sereal IV, dekat sebuah minimarket di wilayah Tambora, Jakarta Barat, pada dini hari tadi sekitar pukul 02.20 WIB. Insiden ini menyebabkan dua orang meninggal dunia di tempat.

Dua korban yang tewas adalah pengendara motor Honda PCX bernama Satrio (16) dan pemboncengnya, Valentino (19). Identitas nomor polisi motor korban belum diketahui. Keduanya mengalami luka serius pada bagian kepala, kaki, dan tangan akibat tabrakan tersebut.

Pengemudi mobil Mazda CX-5 tersebut diketahui melarikan diri usai menabrak para korban. Tak lama kemudian, mobil tersebut menerobos perlintasan rel kereta api dan akhirnya tertemper lokomotif.

Informasi ini sekaligus merevisi keterangan awal yang disampaikan oleh AKBP Ojo Ruslani, yang sebelumnya menyebutkan bahwa pengemudi yang melakukan tabrak lari adalah JC.

Advertisement