Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengungkap bahwa seorang siswa SMP Negeri 3 Sungai Raya di Kalimantan Barat (Kalbar) yang melempar bom molotov ke sekolahnya terpapar ideologi kekerasan ekstrem melalui grup True Crime Community (TCC). Siswa tersebut diketahui satu komunitas dengan pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta.
Terpapar Ideologi Kekerasan Ekstrem
Juru Bicara Densus 88, AKBP Mayndra Eka Wardhana, mengonfirmasi bahwa kedua siswa tersebut berasal dari komunitas yang sama, meskipun berada dalam grup yang berbeda. “(Mereka) satu komunitas, tapi beda grup,” ujar Mayndra saat dikonfirmasi pada Kamis (5/2/2026).
Mayndra mengungkapkan bahwa lebih dari 70 anak sekolah diduga terpapar grup TCC. Densus 88 masih terus mendalami keberadaan grup serupa dan potensi keterlibatan anak-anak lain. “Sesuai dengan jumlah rilis terakhir ada 70 lebih anak, dan saat ini kami masih melakukan pendalaman kepada beberapa grup diduga masih ada banyak anak-anak lain yang terlibat,” jelasnya.
Pihaknya sedang berupaya melakukan pencegahan agar puluhan anak dalam grup tersebut tidak melakukan tindakan kekerasan. Upaya ini meliputi deteksi dini, patroli, dan kolaborasi dengan kementerian terkait. “Densus 88 lebih mengedepankan pencegahan, kolaborasi, dan perlindungan anak, bukan semata penindakan, dalam menghadapi fenomena TCC yang berpotensi mengarah pada kekerasan ekstrem,” tegas Mayndra.
Insiden Pelemparan Molotov di SMPN 3 Sungai Raya
Peristiwa pelemparan bom molotov terjadi di SMP Negeri 3 Sungai Raya pada Selasa (3/2). Seorang siswa kelas IX diamankan kepolisian karena diduga sebagai pelaku. Bom molotov dilemparkan saat para siswa sedang menikmati program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada jam istirahat. Satu pelajar dilaporkan menjadi korban akibat percikan benda dari molotov tersebut.
Kapolsek Sungai Raya, AKP Hariyanto, membenarkan kejadian tersebut. “Benar, telah terjadi dugaan pelemparan bom molotov di SMPN 3 Sungai Raya. Terduga pelaku sudah berhasil kami amankan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan serta menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” kata Hariyanto pada Selasa (3/2).
Ia menambahkan bahwa kejadian berlangsung secara tiba-tiba. “Terduga pelaku datang ke lokasi sekolah dan melemparkan botol berisi bahan bakar yang disulut api ke arah area sekolah,” tambahnya.
Saat kejadian, sempat terjadi percikan api dan kepulan asap di sekitar lokasi. Pihak sekolah bersama warga sekitar berhasil melakukan penanganan awal sehingga api tidak merambat ke bangunan utama sekolah. Terduga pelaku kemudian langsung diamankan.
Akibat insiden ini, SMPN 3 Sungai Raya menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) karena masih adanya kekhawatiran di kalangan siswa dan guru.
Kasus Ledakan di SMAN 72 Jakarta
Beberapa bulan sebelumnya, insiden serupa juga terjadi di SMAN 72 Jakarta. Ledakan yang terjadi pada Jumat (7/11) lalu diduga dirancang oleh seorang siswa berinisial ABH. Insiden tersebut menyebabkan 96 orang terluka, tiga di antaranya mengalami luka berat.






