JAKARTA, 20 Februari 2026 – Tahun pertama pemerintahan Wali Kota Tangerang Sachrudin dan Wakil Wali Kota Maryono dinilai telah berhasil meletakkan fondasi dan menunjukkan arah pembangunan yang terukur. Fokus pada kebutuhan dasar masyarakat menjadi ciri khas kepemimpinan mereka di fase awal ini, dengan kebijakan yang dirancang agar mudah dipahami dan dirasakan langsung oleh warga.
Pendekatan Kebutuhan Dasar Masyarakat
Pengamat kebijakan publik dari Institute for Development of Policy and Local Partnership (IDP-LP), Riko Noviantoro, menyoroti program 3G (Gampang Sekolah, Gampang Kerja, dan Gampang Sembako) sebagai inisiatif yang relevan. “Program ini menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari pendidikan, akses pekerjaan, hingga pemenuhan kebutuhan pokok. Pendekatan seperti ini membuat arah kebijakan pemerintah kota lebih mudah dipahami warga,” ujar Riko saat dihubungi, Jumat (20/2/2026).
Riko menekankan bahwa program yang baru berjalan ini membutuhkan konsistensi dan keberlanjutan. “Tahun pertama biasanya adalah fase peletakan fondasi. Yang penting adalah konsistensi arah kebijakan dan keberlanjutan pelaksanaannya,” tambahnya.
Indikator Makro Menunjukkan Perbaikan Bertahap
Sepanjang 2024-2025, sejumlah indikator makro Kota Tangerang menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 81,53 menjadi 82,41 poin. Angka harapan hidup naik dari 75,50 menjadi 75,86 tahun, sementara harapan lama sekolah bergerak dari 13,90 menjadi 13,96 tahun.
“Meski perubahannya bertahap, tren ini menunjukkan adanya perbaikan kualitas hidup masyarakat,” ujar Riko.
Di sektor ekonomi, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) menguat dari 5,04 persen menjadi 5,20 persen. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun dari 5,92 persen menjadi 5,88 persen, dan tingkat kemiskinan menurun dari 5,43 persen menjadi 5,19 persen.
Riko menambahkan, “Indikator-indikator ini memang tidak berubah secara cepat. Yang paling penting adalah arah kebijakan jelas dan konsistensinya terjaga. Jika hal ini dilakukan, dampaknya akan semakin terasa dalam beberapa tahun ke depan.”
Fondasi Pembangunan Mulai Terlihat
Meskipun setahun pertama kepemimpinan Sachrudin-Maryono belum menghadirkan hasil akhir yang spektakuler, Riko menilai fondasi pembangunan sudah mulai terlihat. “Namun arah kebijakan dan fondasi pembangunan sudah mulai terlihat. Jika konsistensi ini dijaga, Kota Tangerang pada 2026 dan tahun-tahun berikutnya, insya Allah akan memiliki ruang untuk terus tumbuh dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam kurun waktu setahun, Pemkot Tangerang telah merealisasikan sejumlah program nyata, di antaranya pembangunan 26 Graha Kita Bersama (GKB), bedah 1.000 rumah warga, pembangunan empat ruas jalan, dan pemberian beasiswa kepada 576 penerima manfaat. Selain itu, disalurkan Bantuan Sosial kepada 2.668 penerima, santunan kematian kepada 805 keluarga, serta BPJS Ketenagakerjaan bagi 16.082 pekerja rentan. Pelatihan 1.000 wirausaha dan bantuan modal usaha sebesar Rp20.000.000 kepada 184 penerima manfaat juga telah diberikan.
Wali Kota Tekankan Pembangunan yang Dirasakan Langsung
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menegaskan bahwa pembangunan sejak awal diarahkan agar langsung dirasakan masyarakat. “Semua pembangunan harus dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami bekerja tidak sendirian, tetapi melibatkan semua pihak. Tujuannya agar pembangunan hadir dalam kehidupan sehari-hari warga, dengan layanan yang lebih mudah, lingkungan yang lebih tertata, dan ruang kota yang semakin nyaman,” ungkap Sachrudin.
Puluhan Penghargaan Menghiasi Setahun Kepemimpinan
Selama setahun kepemimpinan, Sachrudin-Maryono berhasil meraih 81 penghargaan tingkat nasional dan regional. Capaian Universal Health Coverage (UHC) Kota Tangerang yang konsisten di atas 98 persen, bahkan menembus 100,71 persen pada 2025, menjadi salah satu sorotan utama. Atas pencapaian ini, Pemkot Tangerang kembali meraih UHC Award 2026 Kategori Madya dari Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat.
Penghargaan lain yang diraih meliputi Juara I BKN Award 2025, Peringkat III Pemerintah Kota Terbaik dalam Pencegahan Korupsi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Tahun 2025, dan penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) Tingkat Nasional Tahun 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup atas inovasi Sistem Pemantauan Tinggi Air Sungai (SIPANTAU).
Berbagai capaian ini menjadi bukti nyata bahwa arah pembangunan Kota Tangerang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan fisik, tetapi juga tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan inovasi lingkungan. Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi pemerintah dan masyarakat untuk terus bekerja sama membangun Kota Tangerang.





