Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memberikan klarifikasi mengenai keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian. Ia menegaskan bahwa keanggotaan Indonesia dalam forum tersebut tidak bersifat tetap dan dapat ditarik sewaktu-waktu.
Keanggotaan Bersifat Fleksibel
“Keanggotaan bersifat tidak bersifat tetap. Indonesia sewaktu-waktu dapat menarik diri dari keanggotaan,” kata Teddy dalam keterangannya, Kamis (5/2/2026). Teddy menjelaskan bahwa partisipasi Indonesia merupakan langkah konkret untuk mewujudkan gencatan senjata di Gaza. Indonesia tidak hanya sekadar menghadiri konferensi, melainkan turut berperan aktif dan memiliki suara dalam setiap pengambilan keputusan.
“Keikutsertaan Indonesia merupakan langkah konkret untuk turut serta secara langsung dalam mengurangi peperangan di Palestina, dan bukan hanya sebatas ikut konferensi, rapat, diskusi, atau pertemuan resmi,” ujarnya.
Iuran Rekonstruksi Gaza Tidak Wajib
Terkait isu iuran sebesar USD 1 miliar, Teddy mengklarifikasi bahwa dana tersebut diperuntukkan bagi rekonstruksi Gaza dan sifatnya tidak wajib bagi negara anggota. Ia menegaskan bahwa Indonesia belum berada pada tahap pembayaran iuran tersebut.
“Para negara anggota boleh membayar atau tidak. Jika membayar, maka akan menjadi anggota tetap. Namun, bila tidak membayar, maka keanggotaan akan berlangsung selama 3 tahun. Saat ini, Indonesia belum membayar,” ujarnya.
Diplomasi Prabowo Capai Hasil Konkret
Teddy menekankan bahwa diplomasi yang dijalankan oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto selalu mengutamakan pencapaian yang konkret bagi bangsa Indonesia. Hal ini tercermin dari berbagai capaian strategis yang telah diraih Indonesia dalam satu tahun terakhir.
Beberapa capaian strategis tersebut antara lain:
- Bergabungnya Indonesia dengan BRICS, sebuah forum yang beranggotakan negara-negara dengan kekuatan ekonomi besar dunia seperti Brasil, Rusia, dan Tiongkok.
- Penetapan tarif dagang nol persen di 27 negara Uni Eropa.
- Kesepakatan pembangunan Kampung Haji di Arab Saudi.
- Partisipasi Indonesia dalam perjanjian perdamaian Palestina yang diinisiasi oleh Amerika Serikat.
“Indonesia turut mencatat sejarah dengan ikut menandatangani perjanjian perdamaian Palestina yang diinisiasi AS. Pasca-penandatanganan perjanjian, jumlah konflik dan korban pun telah berkurang signifikan,” ujarnya.






