Berita

Serangan AS ke Venezuela, Eddy Soeparno Peringatkan Potensi Krisis Energi Global dan Gejolak APBN

Advertisement

Wakil Ketua MPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno, mendesak pemerintah untuk segera mengantisipasi potensi gejolak harga minyak dunia dan krisis energi yang dapat dipicu oleh serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela. Menurutnya, situasi ini berisiko meningkatkan harga minyak mentah global mengingat peran vital Venezuela sebagai salah satu pemasok utama.

“Perlu ada tindakan antisipasi dari kementerian terkait melihat efek jangka pendek maupun jangka panjang dari situasi ini. Terutama kemungkinan kenaikan harga minyak dunia karena permintaan yang tinggi namun stok atau pasukan global berkurang,” ujar Eddy dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (6/1/2026).

Ia menekankan pentingnya langkah antisipatif yang tepat untuk melindungi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari potensi kerugian akibat fluktuasi harga minyak dunia. “Sebelum krisis ini merembet pada dampak yang meluas, antisipasi saat ini bisa dilakukan. Pilihan kebijakan yang relevan akan membantu menjaga ‘sehatnya’ APBN kita,” ungkapnya.

Di sisi lain, Eddy melihat krisis di Venezuela sebagai momentum strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui percepatan transisi ke energi terbarukan. “Sejak awal saya sampaikan bahwa ketergantungan kita terhadap impor sumber-sumber energi dapat dikurangi dengan mempercepat transisi menuju energi terbarukan dari sumber-sumber dalam negeri,” katanya.

Advertisement

Ia menambahkan bahwa krisis ini menjadi pengingat krusial akan pentingnya penguatan ketahanan energi nasional guna mengurangi ketergantungan pada pasokan energi dari negara lain. “Krisis Venezuela ini menjadi alarm bahwa ketahanan energi mutlak diperkuat untuk mengurangi ketergantungan kita pada negara lain atau pihak-pihak lainnya,” sambungnya.

Lebih lanjut, Eddy Soeparno menilai komitmen Presiden terpilih Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan energi menjadi semakin relevan di tengah dinamika geopolitik global yang kompleks. “Karena itu kami mendukung Presiden Prabowo memperkuat ketahanan energi kita dan untuk segera menghilangkan paradoks energi dengan secara penuh mengandalkan sumber-sumber energi dalam negeri,” tutupnya.

Advertisement