Semarang dinilai memiliki posisi strategis dan kesiapan teknis yang memadai untuk menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional XXXI Tahun 2026. Penilaian ini mengemuka setelah tim Kementerian Agama RI (Kemenag) melakukan survei kelayakan venue di Kota Semarang.
Kesiapan Teknis dan Tata Ruang
Kasubdit Lembaga Tilawah dan Musabaqah Al-Qur’an Kemenag, Rizal Ahmad Rangkuty, menjelaskan bahwa peninjauan difokuskan pada aspek penting seperti kesiapan tata ruang, alur registrasi, ketersediaan ruang tunggu peserta, hingga skema penempatan majelis lomba.
“Tim membahas penataan 24 majelis lomba, dengan perkiraan 13 majelis digunakan untuk registrasi awal. Selain itu, pengaturan ruang tunggu peserta disesuaikan dengan jadwal kedatangan kafilah dari berbagai provinsi,” ungkap Rizal dalam keterangan tertulis, Selasa (3/2/2026).
Ia menambahkan bahwa kedatangan peserta akan berlangsung secara bertahap. Sebagai contoh, kafilah dari Aceh, Sumatera Utara, dan Riau dijadwalkan tiba pukul 10.00 WIB, disusul Sumatera Barat pada pukul 11.00 WIB. Oleh karena itu, ruang tunggu yang memadai sangat krusial untuk menjaga ketertiban, kenyamanan, dan mencegah penumpukan.
Rizal juga menyebutkan bahwa pemanfaatan area terbuka maupun tenda besar dimungkinkan, asalkan aspek keamanan, kenyamanan, dan mitigasi cuaca terpenuhi. “Jika tendanya aman dan luas, lapangan juga bisa dimanfaatkan. Prinsipnya fleksibel, yang penting representatif dan peserta merasa nyaman,” ujarnya.
Keunggulan Lokasi PRPP Semarang
Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Keagamaan Setda Provinsi Jawa Tengah, Agung Priyono, menilai Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Semarang memiliki keunggulan strategis. Kedekatannya dengan bandara menjadi nilai tambah yang memudahkan kafilah menuju tempat registrasi sebelum ke hotel.
“Begitu tiba di bandara, kafilah dapat langsung menuju PRPP untuk registrasi. Jaraknya sangat dekat, sehingga PRPP berpotensi menjadi titik awal kedatangan seluruh kafilah,” jelas Agung.
Fasilitas pendukung seperti ruang berpendingin udara, pencahayaan yang baik, area antrean, layanan konsumsi, dan ruang istirahat sementara menjadi perhatian utama yang akan terus disempurnakan. Unsur arsitektur gedung yang menampilkan ciri khas Jawa juga dinilai memberi nilai tambah visual.
Optimisme Pemerintah Kota Semarang
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyampaikan optimisme daerahnya siap menjadi tuan rumah MTQ Nasional Tahun 2026. Kepercayaan ini merupakan kehormatan dan momentum penting bagi Kota Semarang untuk menunjukkan kapasitasnya.
“Kota Semarang siap menyambut dan menyukseskan MTQ Nasional 2026. Sejak terakhir kali menjadi tuan rumah pada tahun 1979, pelaksanaan MTQ Nasional di Semarang kembali menjadi momentum bersejarah bagi kami untuk menghadirkan penyelenggaraan yang lebih baik, lebih tertib, dan semakin berkualitas,” ujar Agustina.
Agustina menambahkan Pemerintah Kota Semarang akan mengerahkan seluruh potensi daerah, berkolaborasi dengan pemerintah pusat dan provinsi, serta melibatkan berbagai elemen masyarakat demi memastikan MTQ Nasional pada September 2026 mendatang terselenggara dengan sukses dan berkesan.
Tim Kemenag juga menyinggung aspek efisiensi biaya dan instalasi, mengingat sebagian fasilitas gedung telah digunakan untuk berbagai kegiatan. Ruang-ruang di dalam gedung dinilai dapat dioptimalkan sesuai kebutuhan pelaksanaan MTQ.
Dengan berbagai pertimbangan tersebut, Kota Semarang dinilai memiliki potensi kuat untuk menjadi tuan rumah MTQ Nasional XXXI Tahun 2026, sekaligus diharapkan mampu menyelenggarakan MTQ secara tertib, nyaman, representatif, dan berkesan bagi seluruh peserta serta masyarakat.






