Berita

Sekjen Kemendagri Minta TPID Pantau Harga Bahan Pokok di Pasar Jelang Ramadan

Advertisement

JAKARTA, 24 Februari 2026 – Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir menginstruksikan jajaran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk secara aktif memantau perkembangan harga bahan pokok di pasar. Instruksi ini dikeluarkan menyusul adanya laporan kenaikan harga sejumlah komoditas penting di berbagai daerah pada minggu pertama bulan Ramadan.

Pantau Langsung Harga Komoditas Pangan

Komoditas yang dilaporkan mengalami kenaikan harga meliputi cabai rawit, daging ayam ras, cabai merah, bawang putih, dan daging sapi. Tomsi Tohir menekankan pentingnya kehadiran petugas di lapangan untuk memastikan stabilitas harga.

“Bapak-Ibu sekalian tolong teman-teman dari dinas, dari TPID turun, turun cek. Kemudian komunikasikan betul dengan para championchampion itu sehingga harga bisa turun,” ujar Tomsi dalam keterangan tertulis, Senin (23/1/2026).

Pernyataan ini disampaikan saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang juga dirangkai dengan evaluasi dukungan pemerintah daerah untuk Program 3 Juta Rumah dan sosialisasi Jaminan Produk Halal di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kemendagri, Jakarta.

Tindakan Tegas Terhadap Distributor Nakal

Tomsi menjelaskan bahwa lonjakan harga yang terjadi seringkali disebabkan oleh praktik di tingkat distributor yang menjual melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Ia meminta pemerintah daerah, khususnya TPID, untuk bersikap tegas terhadap distributor yang terbukti menaikkan harga di atas HET.

“Kita punya harga eceran tertinggi, HET. Tegakkan hukum itu, ya. Tegakkan hukum itu dan saya minta turun setiap hari,” tegasnya.

Advertisement

Peran Bulog dalam Stabilisasi Harga Beras

Selain itu, Tomsi juga meminta Perum Bulog untuk berperan aktif dalam mengendalikan kenaikan harga beras di sejumlah daerah. Ia menilai penambahan stok beras oleh Bulog di wilayah yang mengalami lonjakan harga dapat membantu menekan kenaikan yang melebihi HET, sejalan dengan upaya pemerintah mewujudkan swasembada beras.

“Di situlah tanggung jawab kita sebagai aparatur pemerintah untuk menjaga marwah peraturan itu. Jangan terus berkata ‘naik sedikit (melebihi HET)’. Tidak bisa,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa pengendalian harga bahan pokok yang optimal akan sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu, penguatan berbagai langkah pengendalian inflasi oleh jajaran TPID menjadi krusial.

“Kalau kita bisa bertahan sampai akhir (dalam mengendalikan harga bahan pokok), maka lebaran tahun ini merupakan lebaran yang terbaik dari sisi harga,” pungkasnya.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan Kementerian PKP Imran, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono, serta Pelaksana Tugas Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Popy Rufaidah.

Advertisement