Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji, menegaskan bahwa koalisi yang mendukung Presiden Prabowo Subianto saat ini berada dalam kondisi solid. Ia mengungkapkan bahwa partai-partai politik dalam koalisi telah memulai komunikasi informal mengenai kemungkinan pembentukan koalisi permanen.
Diskusi Informal Koalisi Permanen
“Ya solid lah, insyaallah solid,” ujar Sarmuji kepada wartawan di Kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, pada Kamis (8/1/2026). Sarmuji menekankan bahwa tidak ada keretakan dalam koalisi yang ada. Menurutnya, perbedaan sikap politik merupakan hal yang lumrah dalam dinamika sebuah koalisi.
“Koalisi permanen bisa terjadi dan memang namanya koalisi itu pasti akan ada sikap-sikap politik yang akan didiskusikan secara intens ya,” jelas Sarmuji. Ia menambahkan bahwa perbedaan pandangan di awal proses adalah hal yang wajar, namun pada akhirnya akan ada kesamaan tujuan.
“Jadi mungkin saja di awal-awal ada perbedaan, tetapi di ujungnya itu kemungkinan akan sama. Tentu nanti ada proses penyesuaian-penyesuaian,” tuturnya. Sarmuji, yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar di DPR, menyatakan bahwa diskusi antarpartai politik telah berlangsung secara informal. Ia menilai respons dari partai-partai dalam koalisi sejauh ini cenderung positif.
Respons Positif Partai Koalisi
“Ya ngobrol informal, tanya-tanya, telepon-telepon,” kata Sarmuji saat ditanya mengenai bentuk diskusi tersebut. Ia menambahkan bahwa penyesuaian-penyesuaian mungkin diperlukan untuk memperhatikan aspirasi masyarakat.
“Ya tadi, mungkin harus ada penyesuaian-penyesuaian memperhatikan aspirasi masyarakat. Tapi arahnya sih kelihatannya oke-oke saja,” imbuhnya. Sebelumnya, Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, sempat mengusulkan pembentukan koalisi permanen di hadapan Presiden Prabowo Subianto.






