Berita

Satgas MBG Banten: Baru 20% SPPG Miliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi

Advertisement

Pandeglang – Wakil Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Provinsi Banten, Komarudin, mengungkapkan bahwa dari 846 Sekolah Penyelenggara Pangan Gizi (SPPG) yang beroperasi di wilayahnya, baru sekitar 20 persen yang telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Standarisasi Kelayakan Produksi SPPG

Komarudin menyatakan bahwa kepemilikan SLHS merupakan kewajiban bagi setiap SPPG untuk memenuhi standar kelayakan produksi. Ia menambahkan, “Info sementara yang kita terima 20 persen yang sudah memiliki SHLS, yang lain sedang proses karena banyak item yang harus dipenuhi.” SPPG yang tidak memenuhi standar ini terancam pencabutan izin produksinya.

“Kalau itu tidak dipenuhi itu bisa dicabut. Jadi sebenernya berbagai masalah yang muncul soal menu, soal KLB dan lain sebagainya, itu soal standardisasi. Artinya, ada SPPG yang sebenarnya sudah bagus, tapi ada juga yang belum, yang belum berarti dia belum terstandardisasi, sehingga upaya kita mendorong supaya standardisasi itu dipenuhi, salah satunya SHLS,” jelas Komarudin.

Advertisement

Monitoring dan Target Pemenuhan SLHS

Untuk mendorong percepatan pemenuhan SLHS, Satgas MBG Banten akan melakukan monitoring ke sejumlah SPPG. “Minggu depan kami keliling untuk memfokuskan pemenuhan SLHS termasuk kita dorong yang belum,” ujar Komarudin.

Capaian Target SPPG dan Penerima Manfaat

Komarudin menargetkan total 1.200 SPPG di Provinsi Banten dengan target penerima manfaat mencapai lebih dari 3 juta orang. Saat ini, capaian target tersebut baru sekitar 70 persen. “SPPG di Provinsi Banten sebanyak 846 tersebar di empat kabupaten-kota, penerima kurang lebih 2,1 juta. Sementara target kita sekitar 1.200 SPPG, penerima manfaat di atas 3 juta, artinya saat ini sekitar 70 persen dari target. Dan mudah-mudahan tahun 2026 ini nanti terpenuhi targetnya,” katanya.

Advertisement