Berita

Saksi: Sekeluarga Tewas di Tanjung Priok Baru Mengontrak Rumah Selama 5 Bulan

Advertisement

Jakarta – Tiga orang dalam satu keluarga ditemukan tewas di sebuah rumah di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Saksi mata di lokasi kejadian menyebutkan bahwa keluarga tersebut baru saja mengontrak rumah tersebut sekitar lima bulan lalu.

“Baru 5 bulan,” ujar Aryuni Wulan Febri (51), salah seorang tetangga korban, saat ditemui di kediamannya di Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Sabtu (3/1/2026). Wulan mengaku sempat melihat kondisi di dalam rumah saat jasad korban ditemukan.

Ia menambahkan bahwa mulut korban sudah mengeluarkan busa saat ditemukan. Namun, Wulan tidak memperhatikan detail kondisi tubuh korban lainnya karena fokusnya adalah pada kondisi ibu korban yang dilaporkan mengalami keracunan. “Saya nggak fokus ke situ. Karena fokus saya, karena kan aduannya ibunya keracunan. Jadi saya lihat kondisi ibunya aja. Nggak tahunya sudah berbusa, jadi saya nggak berani gitu. Nggak berani pegang atau masih hidup apa nggak, saya nggak berani kan. Harus keluar, saya panggil Pak RT dulu biar tahu kan,” tuturnya.

Jasad ibu dan kedua anaknya tersebut ditemukan oleh salah satu anak korban yang pulang kerja. Ia mendapati ketiga anggota keluarganya dalam kondisi tergeletak.

“Keterangan awal ya, keterangan awal dari anaknya yang pulang kerja itu, buka pintu, kemudian mendapati keluarganya dalam kondisi apa… ya tiduran tapi mengeluarkan busa,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Grandiarso kepada wartawan pada Jumat (2/1).

Anak korban yang menemukan jenazah kemudian meminta pertolongan kepada warga sekitar.

“Yang bersangkutan minta tolong ke masyarakat sekitar,” imbuhnya.

Advertisement

Jenazah ketiga korban telah dimakamkan pada Sabtu (3/1) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Rorotan, Jakarta Utara.

Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Polri Kramat Jati, Brigjen dr Prima Heru, menyatakan bahwa proses autopsi terhadap ketiga jenazah telah selesai dilakukan.

“Jenazah sudah diautopsi dan sudah diserahkan ke keluarganya,” ujar Brigjen dr Prima Heru saat dimintai konfirmasi pada Sabtu (3/1).

Prima menambahkan bahwa pihaknya masih menunggu hasil tes toksikologi untuk memastikan penyebab pasti kematian ketiga korban. Tes ini penting untuk mengonfirmasi apakah kematian tersebut benar disebabkan oleh racun atau faktor lain.

“Untuk hasil (penyebab indikasi racun) nunggu hasil toksikologi,” terang Prima.

Advertisement