Berita

Respons Cepat Prabowo Atasi Guncangan Pasar Modal RI Dipuji, Transparansi Jadi Kunci

Advertisement

Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno, mengapresiasi respons cepat dan tegas Presiden Prabowo Subianto terhadap goncangan pasar modal Indonesia. Langkah ini diambil menyusul penghentian index rebalancing oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap saham-saham Indonesia akibat kekhawatiran soal transparansi dan tata kelola bursa.

Perbaikan Tata Kelola Kunci Hindari Penurunan Peringkat

Eddy Soeparno menyatakan bahwa komitmen presiden, sebagaimana disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, untuk segera meningkatkan free float dan transparansi kepemilikan saham merupakan kebijakan yang dinanti investor. Ia menekankan pentingnya perbaikan tata kelola agar Indonesia tidak kehilangan status pasar berkembang.

“Hanya melalui perbaikan tata kelola, transparansi dan peningkatan likuiditas di bursa saham Indonesia akan terhindar dari penurunan peringkat MSCI dari emerging ke frontier market,” jelas Eddy dalam keterangannya, Minggu (02/02/2026).

Tenggat Waktu Mendesak dari MSCI

Menyoroti tenggat waktu evaluasi dari MSCI yang semakin mendesak, Eddy mendorong Direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk segera berbenah.

“Karena MSCI memberikan tenggat waktu evaluasi sampai dengan bulan Mei, maka kami mendorong Direksi BEI dan OJK untuk segera berbenah,” katanya.

Ia menambahkan bahwa MSCI bukan hanya panduan bagi investor institusional asing untuk berinvestasi di saham-saham Indonesia, melainkan ‘license to invest‘ bagi sebagian besar investor asing yang memegang sekitar 45% dari total nilai kepemilikan saham di BEI.

Dampak Anjloknya Saham dan Perlindungan Investor

Eddy menjelaskan bahwa ketika MSCI menjatuhkan ‘mosi tidak percaya’ kepada pasar saham Indonesia, terjadi penjualan saham besar-besaran yang menyebabkan indeks saham di bursa anjlok hampir 8%. Ia juga menyoroti dampak anjloknya harga saham-saham BUMN terhadap kekayaan nasional dan terutama para investor minoritas yang menggunakan tabungan atau uang pensiun mereka untuk berinvestasi.

Advertisement

“Namun yang paling terdampak adalah para investor minoritas yang merupakan pribadi-pribadi yang menggunakan tabungan atau uang pensiunnya untuk berinvestasi di pasar modal,” urainya.

Oleh karena itu, Eddy menyampaikan apresiasi terhadap perhatian Presiden Prabowo dalam melindungi kepentingan investor kecil dan menjaga nilai aset bangsa yang ada di BUMN yang tercatat di pasar modal.

“Oleh karenanya kami mengapresiasi Presiden Prabowo yang menaruh perhatian untuk melindungi kepentingan investor kecil dan menjaga nilai aset bangsa yang di BUMN yang tercatat di pasar modal,” terangnya.

Menutup keterangannya, Eddy menekankan pentingnya perbaikan berkelanjutan.

“Sekarang saatnya berbenah dan kita tidak mengenal istirahat untuk melakukan perbaikan-perbaikan yang dibutuhkan agar Indonesia lolos dari evaluasi di bulan Mei dan terus berkembang memiliki pasar modal dengan kinerja dan tata kelola berstandar internasional,” tutupnya.

Advertisement