Berita

Resmi Diluncurkan 12 Januari, Sekolah Rakyat Rintisan Telah Beroperasi di 166 Titik

Advertisement

Program Sekolah Rakyat akan segera diresmikan secara resmi pada hari Senin, 12 Januari 2026, di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Peresmian ini akan dipusatkan di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, yang berlokasi di lingkungan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS). Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, menyatakan bahwa saat ini program rintisan Sekolah Rakyat telah aktif di 166 titik di berbagai wilayah di Indonesia.

Gagasan Presiden untuk Pengentasan Kemiskinan

Gus Ipul menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan inisiatif dari Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memberikan perhatian khusus kepada kelompok masyarakat yang selama ini belum tersentuh oleh proses pembangunan. Program ini memberikan akses, akomodasi, dan kesempatan untuk menempuh pendidikan berkualitas, sekaligus memberikan program pemberdayaan bagi orang tua siswa.

Kementerian Sosial (Kemensos) memegang tanggung jawab penuh atas penyelenggaraan Sekolah Rakyat, mengingat program ini merupakan bagian integral dari strategi pengentasan kemiskinan nasional. “Karena ini bagian dari pengentasan kemiskinan. Anaknya sekolah, keluarganya diberdayakan. Anaknya lulus, keluarganya naik kelas (dan) menjadi berdaya. Ini istimewa dan ini tentu legacy dari Bapak Presiden Prabowo,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (10/1/2026).

Mengatasi Angka Putus Sekolah

Pendirian Sekolah Rakyat dilatarbelakangi oleh data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan lebih dari tiga juta anak usia sekolah berada dalam kondisi tidak sekolah, putus sekolah, atau berisiko putus sekolah. Gus Ipul menekankan pentingnya perhatian negara terhadap anak-anak ini, yang merupakan calon Generasi Emas 2045.

“Saya ingin sampaikan tiga juta lebih data BPS menunjukkan, anak-anak di usia sekolah mereka tidak sekolah, belum sekolah, putus sekolah dan berpotensi untuk putus sekolah. Nah sebagian di antara mereka itu sekarang berada di Sekolah Rakyat,” kata Gus Ipul. Ia menambahkan, hal ini sejalan dengan amanat Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945 mengenai fakir miskin dan anak-anak terlantar yang dipelihara oleh negara.

Pendekatan Holistik: Pendidikan dan Pemberdayaan

Sekolah Rakyat dirancang sebagai miniatur pengentasan kemiskinan dengan pendekatan holistik. Selain menyediakan pendidikan bagi anak dari keluarga tidak mampu, program ini juga mencakup pemberdayaan orang tua secara simultan. “Rumahnya nanti akan dibantu, orang tuanya jadi anggota Koperasi Desa Merah Putih, dapat bantuan sosial lengkap sesuai dengan periode tertentu, dapat PBI JKN, dapat makan bergizi dan cek kesehatan,” jelas Gus Ipul.

Advertisement

Saat ini, lebih dari 15.000 siswa telah terdaftar dan mengikuti pembelajaran di 166 Sekolah Rakyat rintisan yang tersebar di berbagai daerah. Pembelajaran di Sekolah Rakyat didukung oleh teknologi digital melalui Learning Management System (LMS). Setiap siswa mendapatkan satu unit laptop, dan kegiatan belajar mengajar di kelas menggunakan papan digital interaktif atau smartboard.

Kurikulum dan Jalur Lanjutan

Kurikulum Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan pengembangan keterampilan siswa. Proses penerimaan peserta didik tidak semata-mata mengandalkan tes akademik, melainkan melalui pemetaan potensi untuk mengidentifikasi talenta unik setiap anak. Pemerintah juga memastikan keberlanjutan lulusan Sekolah Rakyat dengan menyiapkan jalur lanjutan melalui beasiswa pendidikan tinggi serta akses ke dunia kerja melalui kerja sama lintas sektor.

Program ini merupakan wujud komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem dapat memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan berkualitas. Seluruh siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga yang terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 dan desil 2, tanpa melalui seleksi akademik.

Target Pengembangan Jangka Panjang

Selain 166 titik yang sudah beroperasi, pembukaan Sekolah Rakyat rintisan terus berjalan dengan target 500 titik pada tahun 2029. Bersamaan dengan itu, pembangunan Sekolah Rakyat permanen telah dimulai di 104 titik dan ditargetkan mencapai 200 titik pada 2027. Sekolah Rakyat permanen ini dirancang untuk mengoptimalkan daya tampung hingga seribu siswa per sekolah, demi mencapai target keseluruhan menampung 500.000 siswa.

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir bersama para Menteri Kabinet Merah Putih dan kepala daerah dalam acara peresmian di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Acara ini juga akan menjadi ajang bagi siswa Sekolah Rakyat untuk menampilkan berbagai bakat dan kompetensi mereka, termasuk atraksi baris-berbaris, teater, paduan suara, serta pidato dalam berbagai bahasa.

Advertisement