Upaya pembersihan Sungai Cibanten di Kota Serang, Banten, yang dilakukan oleh Komunitas Peduli Sungai Banten bersama warga dan instansi terkait selama sembilan bulan akhirnya membuahkan hasil. Aliran sungai yang sebelumnya tertutup tumpukan sampah kini telah bersih dan siap dimanfaatkan untuk aktivitas arung jeram.
Sungai Cibanten Bersih dari Sampah
Ketua Komunitas Peduli Sungai Banten, Lulu Jamaludin, menjelaskan bahwa pembersihan sungai dimulai pada April 2025. Kondisi saat itu sangat memprihatinkan, dengan tumpukan sampah yang begitu tebal hingga menutup aliran air dan bahkan memungkinkan orang untuk berdiri di atasnya.
Proses pembersihan dilakukan secara berulang dengan melibatkan berbagai pihak. Gubernur Banten Andra Soni turut hadir dan memberikan dukungan pada Juli 2025. Selama sembilan bulan tersebut, ratusan ton sampah berhasil diangkut dari Sungai Cibanten. Lulu Jamaludin menyatakan, “Sembilan bulan membersihkan sungai. Ratusan ton sampah berhasil diangkat, kami juga menggerakkan forum RT/RW serta Pemkot Serang di bantaran sungai untuk melakukan sosialisasi agar masyarakat tidak membuang sampah ke sungai.”
Potensi Wisata Arung Jeram dan Edukasi Lingkungan
Hasil kerja keras relawan dan warga terlihat jelas pada 31 Januari 2026. Komunitas Peduli Sungai Banten, bersama Ketua TP PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni dan Dinas Pariwisata Provinsi Banten, menjajal langsung aktivitas arung jeram di Sungai Cibanten. Aliran sungai kini tampak lancar dan bebas dari sumbatan sampah.
Ke depan, Sungai Cibanten direncanakan akan ditetapkan sebagai lokasi wisata air di Kota Serang, dengan fokus pada wisata arung jeram berstandar kesulitan grade II (arus ringan hingga sedang). Segmen Sindangheula-Cigintung sepanjang tiga kilometer dinilai aman dan cocok untuk berbagai kalangan, termasuk pelajar.
Pengembangan jalur wisata akan dilakukan bertahap, mulai dari Desa Sindangheula, Kabupaten Serang, hingga kawasan Cigintung, Kota Serang. Selain arung jeram, akan dikembangkan pula wisata edukasi susur sungai menggunakan perahu karet. “Fokusnya pada edukasi lingkungan, ekosistem sungai, konservasi alam, serta pengenalan budaya lokal,” jelas Lulu Jamaludin.
Dukungan Penuh untuk Pengembangan Wisata Sungai
Tinawati Andra Soni mengapresiasi potensi Sungai Cibanten sebagai destinasi wisata air. “Jalurnya seru dan aman. Sungai ini memiliki banyak potensi sehingga cocok dikembangkan sebagai wisata edukasi. Melalui kegiatan ini, masyarakat bisa lebih mengenal dan mencintai sungai,” ujarnya.
Ia berharap, peluncuran Wisata Air Kali Cibanten dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian sungai. “Sungai yang terjaga dapat memberikan manfaat besar, tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga untuk menarik wisatawan dan menggerakkan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.






