Berita

Puskesmas Darurat Pascabencana Sumatera Ditargetkan Rampung Sebelum Ramadan 2026

Advertisement

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menargetkan pembangunan puskesmas sementara di wilayah terdampak bencana di Sumatera rampung sebelum Ramadan 2026. Puskesmas darurat ini disiapkan untuk memastikan layanan kesehatan masyarakat tetap berjalan selama masa pemulihan pascabencana.

Pernyataan tersebut disampaikan Dody dalam rapat kerja Komisi V DPR bersama semua mitra kerja di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026). Ia menjelaskan bahwa pihaknya tidak hanya menangani perbaikan infrastruktur, tetapi juga pembersihan lumpur di berbagai fasilitas publik.

Penanganan Fasilitas Publik dan Hunian Sementara

“Kami juga turut menangani pembersihan lumpur-lumpur di pasar, di madrasah, di sekolah, fasilitas-fasilitas kesehatan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, dan di beberapa tempat lainnya. Dari 171 lokasi yang sudah kita tangani, 120 sudah bisa kita fungsikan,” kata Dody.

Selain itu, pemerintah juga membangun hunian sementara bagi warga terdampak bencana. Tercatat sebanyak 1.200 unit hunian sementara disiapkan dan tersebar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Kemudian kami juga diminta oleh Menteri Kesehatan untuk menyiapkan puskesmas darurat di dua tempat, di Aceh Tenggara dan Aceh Timur. Ini kami targetkan puskesmas sementaranya bisa selesai paling lambat sebelum bulan Ramadan 2026 atau sebelum tanggal 15 Februari 2026,” ujarnya. Untuk pekerjaan puskesmas yang permanen, ia berharap di akhir 2026 bisa diselesaikan.

Progres Rehabilitasi Infrastruktur

Dody mencatat progres rehabilitasi infrastruktur pascabencana telah mencapai sekitar 23 persen. Perbaikan jaringan irigasi yang mengalir ke area persawahan menjadi prioritas.

“Dari total yang sudah kami rehabilitasi hingga hari ini, ada sekitar sudah hampir 23 persen, dan kami targetkan sesuai dengan diskusi dengan Kementerian Pertanian, irigasi-irigasi ke arah sawah-sawah yang yang sudah mulai tanam dengan dengan koordinasi dengan Kementerian Pertanian akan kami prioritaskan,” jelasnya.

Advertisement

Ia juga mencatat terdapat 13 bendung nasional dan sekitar 47 bendung daerah yang terdampak bencana. Namun, progres penanganan bendung masih terbatas karena fokus penanganan saat ini adalah di sungai.

“Jadi kami kami lebih fokus melakukan normalisasi, Pak, pada sungai-sungai tersebut. Jadi, dengan mengeruk, melakukan pengerukan, kemudian hasil pengerukan itu kita pakai sebagai tanggul sementara,” sambungnya. Normalisasi sungai saat ini telah mencapai 52 persen dan ditargetkan selesai pada Oktober 2026.

Pembangunan Sabo Dam dan Check Dam

Pemerintah juga mengusulkan pembangunan sejumlah sabo dam dan check dam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Infrastruktur ini ditargetkan rampung paling lambat pada Oktober 2028.

“Karena kami melihat bahwa proses perusakan hulu yang masih sangat besar, sehingga kami sudah mengidentifikasikan jika hujan masih sangat lebat di daerah hulu, baik Aceh, Sumatera Utara, maupun Sumatera Barat, maka sedimen yang berupa pasir maupun kayu masih sangat mungkin turun ke daerah-daerah hilir,” paparnya. “Maka kemudian kami mengusulkan pembangunan beberapa sabo dam dan check dam yang kami targetkan selesai selambatnya di Oktober 2028,” lanjut dia.

Pemulihan Sistem Penyediaan Air Minum

Sebanyak 176 sistem penyediaan air minum (SPAM) terdampak bencana. Saat ini, hampir 70 persen SPAM telah difungsikan kembali dan ditargetkan semua bisa fungsional selambatnya tanggal 15 Februari 2026. Untuk SPAM permanen, target penyelesaiannya sampai dengan Agustus 2028.

Advertisement