Jakarta – Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar rapat koordinasi strategis bersama pimpinan Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR pada Senin, 2 Februari 2026. Rapat ini berfokus pada pembahasan dinamika politik global terkini serta evaluasi kebijakan internasional yang tengah dijalankan oleh pemerintah.
Diplomasi Parlemen untuk Kesejahteraan Rakyat
Ketua DPR, Puan Maharani, memimpin langsung pertemuan tersebut. Dalam unggahan akun Instagram pribadinya, Puan terlihat didampingi oleh Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurrijal dan Wakil Ketua DPR yang baru dilantik, Sari Yuliati. Ketiganya duduk berdampingan, sementara pimpinan BKSAP DPR menempati kursi di hadapan mereka.
“Rapat koordinasi dengan pimpinan BKSAP DPR hari ini untuk memastikan posisi diplomasi parlemen kita yang harus berdampak pada kesejahteraan rakyat Indonesia,” tulis Puan dalam keterangan unggahannya.
Puan menekankan urgensi koordinasi antarparlemen di tengah lanskap geopolitik yang terus berubah. Ia menegaskan bahwa kebijakan internasional yang diambil pemerintah perlu diawasi secara ketat untuk memastikan keselarasan dengan aspirasi masyarakat luas.
“Di tengah dinamika politik global, koordinasi antarparlemen menjadi sangat penting untuk memastikan kebijakan internasional dari pemerintah sejalan dengan aspirasi rakyat, demi kepentingan nasional,” ujar Puan.
Sari Yuliati Hadir Perdana Sebagai Wakil Ketua DPR
Rapat koordinasi kali ini menandai kehadiran perdana Sari Yuliati sebagai Wakil Ketua DPR. Sari secara resmi ditetapkan dalam jabatannya untuk sisa masa jabatan 2024-2029 melalui rapat paripurna DPR yang digelar pada Selasa, 27 Januari 2026. Sebelumnya, Sari Yuliati aktif menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR.






