Berita

Puan Maharani dan Ketua Parlemen Korsel Bahas Perlindungan Pekerja Migran Indonesia

Advertisement

Jakarta – Ketua DPR RI Puan Maharani menerima kunjungan resmi Ketua Majelis Nasional Republik Korea, Woo Won-Shik, di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis (22/1/2026). Pertemuan bilateral ini membahas sejumlah isu strategis, salah satunya adalah peningkatan perlindungan bagi pekerja migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Korea Selatan.

Sambutan Hangat dan Pembahasan Strategis

Rombongan Woo Won-Shik tiba sekitar pukul 11.00 WIB dan disambut hangat oleh Puan Maharani. Dalam pertemuan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan, Puan menyampaikan apresiasinya atas hubungan bilateral yang terus berkembang antara Indonesia dan Korea Selatan.

“Senang sekali bisa bertemu lagi dengan Yang Mulia, setelah terakhir bertemu pada Forum Konsultasi Ketua Parlemen MIKTA di Seoul,” ujar Puan dalam keterangan tertulisnya. “Selamat datang di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Saya harap Yang Mulia merasakan hangatnya penerimaan kami di Jakarta seperti yang telah kami rasakan saat diterima oleh Yang Mulia di Seoul.”

Fokus Perlindungan Pekerja Migran Indonesia

Isu perlindungan PMI menjadi salah satu agenda utama dalam pertemuan tersebut. Puan Maharani menekankan pentingnya perhatian terhadap PMI di Korea Selatan.

“Atas nama Indonesia, kami mengucapkan terima kasih kepada Republik Korea yang telah membuka peluang kerja bagi puluhan ribu pekerja migran Indonesia di berbagai sektor,” kata Puan. Ia menambahkan bahwa perlindungan PMI menjadi perhatian utama DPR bersama pemerintah, mencakup peningkatan pelatihan pra-keberangkatan, pengawasan kondisi kerja, hingga penegakan hukum.

Puan mengapresiasi langkah-langkah Korea Selatan dalam memperbaiki regulasi ketenagakerjaan bagi pekerja asing dan kerja sama erat dengan perwakilan Indonesia di Seoul. “Memastikan setiap pekerja migran Indonesia di Korea dapat bekerja dengan aman, bermartabat, dan mendapat hak-haknya secara penuh,” tuturnya.

Advertisement

Kemitraan Strategis dan Ekonomi

Hubungan diplomatik RI-Korsel yang telah terjalin selama 53 tahun kini berada pada status mitra strategis khusus. Puan Maharani menegaskan bahwa kemitraan ini didasari oleh kesamaan nilai seperti demokrasi, penghormatan hukum dan HAM, serta komitmen pada kerja sama multilateral yang adil berbasis aturan.

“Indonesia memandang kerja sama antara negara-negara middle powers, khususnya Indonesia dan Republik Korea, sangat penting untuk menjaga stabilitas kawasan dan memperkuat tatanan global yang lebih inklusif,” jelas Puan.

Dalam bidang ekonomi, Puan menyambut baik konsistensi Korea Selatan sebagai investor besar di Indonesia dalam satu dekade terakhir. Ia berharap investasi Korea akan terus meningkat dan semakin berkualitas, terutama di sektor energi terbarukan, industri rendah karbon, ekonomi digital, serta pengembangan kawasan industri dan proyek strategis, termasuk di Ibu Kota Nusantara.

Untuk memperlancar arus perdagangan bilateral, Puan menekankan pentingnya upaya bersama untuk memangkas hambatan non-tarif, termasuk penyelarasan standar dan sertifikasi.

Komitmen Investasi dan Pembangunan

Menanggapi hal tersebut, Woo Won-Shik menyatakan komitmen Korea Selatan untuk terus berinvestasi di Indonesia. “Korsel juga disebut akan terus mendukung pembangunan di Indonesia agar RI bisa mencapai target Indonesia Emas 2045,” tutup Woo Won-Shik.

Advertisement