Berita

Pria Aniaya Kekasih dan Rampas HP di Jakpus Jadi Tersangka Kasus Kekerasan

Advertisement

Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah menetapkan seorang pria berinisial D (44) sebagai tersangka dalam kasus pencurian dengan kekerasan terhadap kekasihnya, NM (23). Peristiwa tragis ini terjadi di sebuah kos di Jalan Gunung Sahari, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Ancaman Hukuman 9 Tahun Penjara

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 479 tentang pencurian dengan kekerasan. “Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 479 tentang pencurian dengan kekerasan dan diancam pidana penjara 9 tahun,” demikian keterangan akun Instagram @resmob_pmj, Senin (16/2/2026).

Pelaku tidak hanya menganiaya korban hingga mengalami luka-luka, tetapi juga merampas sejumlah barang berharga, termasuk ponsel dan kartu ATM. “Pelaku yang tersulut emosi kemudian melakukan penganiayaan yang mengakibatkan korban menderita sejumlah luka di bagian tubuhnya,” jelas keterangan tersebut.

Motif Cemburu Buta

Kepada penyidik, pelaku mengaku melakukan aksi nekat tersebut didorong oleh rasa cemburu yang mendalam. Dugaan adanya pihak ketiga dalam hubungan mereka menjadi pemicu utama. “Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, motif tersangka melakukan aksi nekat tersebut didasari oleh rasa cemburu akibat dugaan adanya pihak ketiga dalam hubungan mereka,” ungkapnya.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold Hutagalung sebelumnya merinci kronologi kejadian yang berlangsung pada Minggu (8/2) malam. Awalnya, pelaku mendatangi kos korban dengan niat untuk mengobrol.

Advertisement

“Pelaku datang ke kos dan mengobrol dan menanyakan pelaku mempunyai laki-laki lain sehingga terjadi cekcok,” kata Kombes Reynold Hutagalung, Rabu (11/2).

Pada dini hari, pelaku mencoba mengambil paksa ponsel korban setelah merasa cemburu. “Pelaku mencoba mengambil paksa handphone korban sehingga terjadi keributan dan mencekik leher korban,” jelasnya.

Pelaku kemudian pergi meninggalkan lokasi dengan membawa ponsel korban. Ia beralasan merasa kesal karena kerap membelikan barang untuk korban selama berpacaran, namun justru dituding berselingkuh.

Advertisement