Berita

Presiden Prabowo Pastikan Harga Bahan Pokok Terjangkau di Daerah Bencana Jelang Ramadan

Advertisement

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto terkait ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan pokok, terutama di wilayah yang terdampak bencana, menjelang bulan Ramadan.

Jaminan Ketersediaan dan Keterjangkauan Harga

Teddy Indra Wijaya menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto ingin memastikan harga-harga kebutuhan pokok, ketersediaan bahan pangan, dan bahan-bahan penting lainnya benar-benar tersedia dan terjangkau oleh masyarakat, khususnya di daerah yang terdampak bencana.

“Saat ini kita sudah berada satu minggu menjelang bulan Ramadan. Bapak Presiden ingin memastikan bahwa harga-harga kebutuhan pokok, ketersediaan bahan pangan, dan bahan-bahan penting lainnya, khususnya di daerah terdampak bencana, benar-benar tersedia dan harganya terjangkau oleh masyarakat,” ujar Teddy saat konferensi pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Wilayah Sumatera di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Rabu (11/2/2026).

Pantauan Berkelanjutan Pasca Bencana Sumatera

Dalam kesempatan yang sama, Teddy menuturkan bahwa Presiden Prabowo terus memantau perkembangan pemulihan pascabencana di Sumatera. Beliau menginstruksikan agar seluruh Satgas, menteri, dan pejabat terkait senantiasa menyampaikan informasi terkini mengenai kondisi di daerah pascabencana kepada publik.

“Bapak Presiden terus memantau perkembangan pemulihan di daerah bencana secara berkelanjutan. Beliau menginstruksikan agar seluruh Satgas, setiap menteri, maupun pejabat terkait terus menyampaikan informasi dan pembaruan secara berkala kepada publik,” jelasnya.

Progres Rehabilitasi dan Rekonstruksi

Menurut Teddy, dalam dua bulan lebih pascabencana Sumatera, progres pemulihan menunjukkan hasil yang signifikan. Ia mengapresiasi kerja sama antara pemerintah pusat, TNI-Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat yang telah memungkinkan jalan yang tadinya terputus kini dapat dilalui kembali.

“Saat ini kita sudah memasuki dua bulan pascabencana. Data, fakta, dan realitas di lapangan menunjukkan hasil kerja yang supercepat dan konkret dari pemerintah, yang tentunya bekerja sama dengan seluruh elemen, mulai TNI, Polri, relawan, hingga seluruh warga masyarakat,” ucapnya.

Advertisement

Teddy memaparkan beberapa bukti konkret pencapaian dalam dua bulan terakhir:

  • Tersedianya 5.500 unit hunian, dengan 1.500 unit di antaranya selesai dibangun dalam satu bulan terakhir.
  • Perbaikan dan pengoperasian kembali 98 jembatan di seluruh provinsi yang terdampak bencana.
  • Normalisasi 99 ruas jalan nasional yang sebelumnya terputus atau tidak bisa dilalui.

Pemulihan Sektor Kesehatan, Pendidikan, dan Ekonomi

Di sektor kesehatan, 87 rumah sakit dan 867 puskesmas yang terdampak kini telah siap kembali melayani pasien. Sektor pendidikan juga menunjukkan kemajuan pesat, dengan sekolah-sekolah yang hampir 100 persen beroperasi kembali.

Pasar-pasar tradisional juga telah mulai beroperasi, menandakan bahwa rantai ekonomi di seluruh wilayah terdampak sudah kembali berjalan normal.

“Bapak Presiden tidak ragu-ragu untuk memberikan semua bantuan yang diperlukan kepada warga sesegera mungkin,” imbuh Teddy.

Distribusi Wilayah Terdampak

Data yang dipaparkan menunjukkan bahwa dari total 75 kabupaten/kota di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, sebanyak 52 di antaranya terdampak bencana. Dari jumlah tersebut, 37 kabupaten/kota telah berstatus normal, 4 mendekati normal, dan 11 lainnya masih memerlukan perhatian khusus.

Advertisement