Presiden Prabowo Subianto telah menerima undangan untuk menghadiri rapat perdana Board of Peace, sebuah inisiatif yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo akan turut serta dalam pertemuan penting tersebut.
Komitmen Indonesia dalam Board of Peace
Juru Bicara Kemlu, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, menyatakan, “Dapat kami infokan bahwa sebagaimana disampaikan Pak Menlu, pemerintah telah menerima undangan rapat perdana Board of Peace, dan Presiden Prabowo Subianto akan hadir.” Kehadiran Presiden Prabowo ini diharapkan menjadi penegasan komitmen Indonesia untuk berperan aktif sejak awal dalam menentukan arah dan kerja Board of Peace.
Nabyl menambahkan, “Indonesia akan menggunakan Board of Peace untuk memperjuangkan perlindungan warga sipil, mendorong pemulihan dan rekonstruksi Gaza, serta mengupayakan perdamaian yang adil dan berkelanjutan bagi Palestina berdasarkan solusi dua negara.”
Undangan dan Harapan Penandatanganan Kesepakatan Dagang
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi telah mengungkap bahwa pihaknya telah menerima undangan rapat perdana Board of Peace yang dijadwalkan pada 19 Februari. Prasetyo mengonfirmasi adanya undangan tersebut, meskipun pada awalnya belum dapat memastikan kehadiran Presiden. “Ada (undangannya). Belum (tahu hadir atau nggak), nanti kita sampaikan kalau sudah ada kepastian,” kata Prasetyo kepada wartawan pada Senin (9/2).
Prasetyo juga menyuarakan harapan agar kehadiran Presiden Prabowo dalam forum tersebut dapat dimanfaatkan untuk penandatanganan tarif dagang antara Amerika Serikat dan Indonesia. Saat ini, Indonesia masih menunggu jadwal pasti pelaksanaan penandatanganan kesepakatan dagang tersebut. “Kita sih menghendaki dan ingin bisa dua-duanya,” ujarnya, mengindikasikan keinginan untuk mengintegrasikan kedua agenda penting tersebut.






