Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan kesiapsiagaan penuh menghadapi potensi banjir di ibu kota menyusul penetapan status Siaga 3 di Bendung Katulampa. Berbagai langkah antisipasi telah diimplementasikan untuk meminimalkan dampak luapan air di wilayah Jakarta.
Kesiapsiagaan dan Pembukaan Aliran Air
“Katulampa dari kemarin, 15 jam yang lalu, sudah Siaga 3. Kami di Jakarta sudah mempersiapkan diri untuk itu,” ujar Pramono di kawasan Rorotan, Jakarta Utara, pada Jumat (30/1/2026).
Pramono menjelaskan bahwa kenaikan muka air juga terpantau di Pintu Air Manggarai. Guna mereduksi tekanan air di sepanjang Sungai Ciliwung, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan pembukaan sejumlah aliran air di area yang sebelumnya belum terjangkau.
“Beberapa daerah yang selama ini tidak tersentuh harus dibuka aliran airnya supaya air bisa turun ke laut. Itu sudah dilakukan sejak sekitar dua jam yang lalu,” ungkapnya.
Pengaruh Pasang Laut dan Infrastruktur Pengendalian Banjir
Ia berharap upaya tersebut efektif dalam mengurangi debit air Sungai Ciliwung yang saat ini mengalami peningkatan. Namun, Pramono mengakui bahwa kondisi pasang laut turut memengaruhi kecepatan aliran air menuju laut.
“Sekarang ini sedang pasang naik. Kalau pasang turun, saya yakin airnya bisa segera terdorong ke laut,” jelasnya.
Menurut Pramono, secara infrastruktur, pengendalian banjir di Sungai Ciliwung dinilai sudah memadai, termasuk fungsi pintu-pintu air yang beroperasi dengan baik. “Untuk Ciliwung, fasilitas aliran sungainya sudah sangat baik, termasuk pintu-pintunya. Hanya, permukaan air laut relatif masih tinggi,” ucapnya.
Situasi Terkini dan Imbauan BPBD
Hingga pukul 12.00 WIB, tercatat sebanyak 53 RT masih tergenang banjir. Tiga ruas jalan juga dilaporkan terendam, memaksa sebagian warga untuk mengungsi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengimbau warga untuk tetap berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan. “Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop,” demikian keterangan resmi BPBD DKI Jakarta.






