Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memanfaatkan sejumlah tiang monorel yang mangkrak di kawasan Senayan untuk dijadikan videotron dan sarana reklame. Keputusan ini diambil untuk mengoptimalkan aset daerah agar tetap memiliki nilai guna.
Prioritas Pembongkaran di Rasuna Said
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa pembongkaran tiang monorel akan diprioritaskan di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Sementara itu, di kawasan Senayan, opsi pemanfaatan akan diutamakan.
“Kalau ini sudah berjalan dengan baik, yang di Senayan memang beberapa pasti akan kami bongkar, tetapi beberapa akan kami sisakan untuk videotron dan sebagainya, untuk reklame. Jadi harus dimanfaatkan,” ujar Pramono di sela peninjauan pemotongan tiang monorel di Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026).
Pramono menilai pemanfaatan tiang monorel sebagai videotron dan reklame lebih bermanfaat dibandingkan seluruhnya dibongkar. Langkah ini tidak hanya menghindari pemborosan, tetapi juga diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi tambahan bagi daerah.
Progres Pembongkaran di Rasuna Said
Pembongkaran tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said telah dimulai pada hari ini. Total terdapat 109 tiang monorel yang akan dipotong dan ditata ulang sebagai bagian dari upaya penataan kawasan. Proyek ini ditargetkan selesai pada September 2026.
Proses pemotongan tiang dilakukan pada malam hari, mulai pukul 23.00 hingga 05.00 WIB, dengan pengaturan lalu lintas yang cermat untuk meminimalkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat. Jalan tidak akan ditutup selama pengerjaan.
Selain pembongkaran tiang monorel, Pemprov DKI Jakarta juga mengalokasikan anggaran sekitar Rp 102 miliar untuk penataan infrastruktur di sepanjang Jalan HR Rasuna Said. Penataan ini mencakup perbaikan jalan, trotoar, drainase, sistem penerangan, serta penambahan area taman.






