Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan ibu kota kembali meraih predikat juara umum pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Gelar juara umum terakhir kali diraih Jakarta pada PON 2012.
Optimisme Berbasis Fasilitas Lengkap
Pramono Anung menyampaikan target ambisius ini saat menghadiri Musyawarah Provinsi ke-13 Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DKI Jakarta di Ancol, Jakarta Utara, pada Kamis (5/2/2026). Ia mengungkapkan kekecewaannya atas capaian Jakarta di PON sebelumnya, di mana hanya mampu bertengger di peringkat ketiga pada PON 2016 di Jawa Barat, kedua di PON 2020 Papua, dan kembali kedua di PON 2024 Aceh. “Terakhir Jakarta juara umum itu tahun 2012. Setelah itu di Jawa Barat nomor tiga, di Papua nomor dua, di Aceh juga nomor dua. Maka saya berharap di tahun 2028 Jakarta bisa juara umum,” ujar Pramono.
Optimisme gubernur didasari oleh keunggulan fasilitas olahraga yang dimiliki Jakarta. Menurutnya, infrastruktur olahraga di Jakarta jauh lebih lengkap dibandingkan daerah lain, mencakup aspek sport science, sport technology, hingga sport management. “Jakarta ini fasilitasnya dibandingkan daerah lain pasti lebih lengkap. Secara infrastruktur sudah sangat siap,” tegasnya.
Dukungan untuk Tuan Rumah NTB-NTT
Meskipun PON 2028 dijadwalkan akan diselenggarakan di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), Pramono menyatakan kesiapan Jakarta untuk turut memfasilitasi. Jakarta siap menjadi tuan rumah pendukung untuk cabang olahraga tertentu, terutama yang membutuhkan sarana memadai yang mungkin belum dimiliki oleh daerah penyelenggara utama. “PON-nya tetap PON NTB-NTT. Tapi kalau ada cabang olahraga, khususnya cabang Olimpiade, yang fasilitasnya belum ada, Jakarta siap digunakan,” jelasnya.
Pembinaan Atlet Berkelanjutan Menjadi Kunci
Selain infrastruktur, Pramono Anung juga menekankan krusialnya pembinaan atlet yang berjenjang dan berkelanjutan. Ia menginstruksikan agar atlet-atlet berprestasi asal Jakarta dijaga dengan baik dan tidak sampai direkrut oleh daerah lain. “Atlet yang sudah berprestasi harus di-maintain, harus dirawat. Jangan sampai setelah berprestasi justru diambil daerah lain,” pungkasnya.






