Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, didampingi Wakil Gubernur Rano Karno, merinci capaian satu tahun kepemimpinan mereka, salah satunya adalah kelanjutan program bantuan pendidikan. Pramono Anung mengumumkan bahwa sebanyak 707.513 siswa penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan 16.920 mahasiswa penerima Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) akan terus mendapatkan manfaat program tersebut.
“Yang pertama menyangkut yang disebut dengan KJP, Kartu Jakarta Pintar, yang sebagian tadi telah didapatkan oleh saudara-saudara sekalian. Untuk KJP ini yang menerima 707.513 ribu siswa anak Jakarta. Angkanya kurang lebih Rp 1,6 triliun,” ujar Pramono dalam sambutannya pada acara ‘Satu Tahun Membangun Jakarta dari Bawah’ di Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan, Jumat (20/2/2026).
Ia menambahkan, total anggaran untuk KJP dan KJMU telah mencapai sekitar Rp 2 triliun. “Sedangkan untuk KJMU, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul, jumlahnya 16.920 mahasiswa Jakarta. Total KJMU dan juga KJP sudah memakan kurang lebih Rp 2 triliun,” jelasnya.
Pramono Anung menegaskan komitmennya untuk tidak mengurangi jumlah penerima kedua kartu bantuan tersebut. “Kami tidak mau dikurangi dan kami berterima kasih ada Pak Wibi, ada Bu Ifa, ada Pak Inggat bahwa kami di- support oleh DPRD Provinsi DKI Jakarta sehingga ini bisa diwujudkan,” tuturnya.
Program Lainnya
Selain bantuan pendidikan, Pemprov DKI Jakarta juga akan melanjutkan program pemutihan 6.000 ijazah. “Yang berikutnya yang ingin kami sampaikan adalah program pemutihan yang 6.000 lebih tadi. Kami akan teruskan tadi menjawab pertanyaan apakah akan diteruskan atau tidak tetap akan kami lanjutkan,” kata Pramono.
Program bantuan dasar bagi warga juga tetap berjalan, mencakup Kartu Lansia, Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta, dan Kartu Anak Jakarta, dengan total 213 ribu penerima manfaat.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memberikan fasilitas gratis masuk ke sejumlah tempat rekreasi bagi pemegang KJP dan KJMU. “Dan bagi siapa pun yang menerima KJP maupun KJMU, masuk ke Ancol, Ragunan, Monas, dan sebagainya kami gratiskan. Kenapa itu kami lakukan? Karena ternyata banyak sekali anak-anak Jakarta yang belum pernah lihat Ancol,” jelasnya.
Ia menambahkan, “Tinggalnya di sebelahnya Ancol tapi belum pernah lihat Ancol. Inilah yang menggugah saya dan Bang Dul kemudian mereka kita berikan kesempatan untuk bisa melihat Ancol.”
Lebih lanjut, Pramono Anung menyampaikan inisiatif sekolah swasta gratis di Jakarta. “Dan dalam kesempatan ini saya juga menyampaikan walaupun keputusan MK telah diputuskan untuk sekolah swasta gratis Jakarta telah memulai terlebih dahulu, kami telah menggratiskan 40 sekolah swasta gratis di Jakarta,” tutupnya.





