Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melakukan peninjauan langsung terhadap aktivitas pengerukan di Kali Sepak, Kembangan, Jakarta Barat, pada Senin (26/1/2026). Kunjungan ini dilakukan menyusul prediksi potensi tingginya curah hujan di wilayah Ibu Kota pada hari berikutnya.
Pengecekan Rutin dan Fungsi Aliran Air
Pramono Anung tiba di lokasi pada pukul 10.20 WIB dan langsung mendapatkan penjelasan dari Kepala Dinas Sumber Daya Air (Kadis SDA) Jakarta, Ika Agustin, mengenai kondisi serta alur Kali Sepak. “Di tempat ini saya ingin sekali mengecek karena memang tempat ini sebenarnya secara rutin penggalian dilakukan untuk menjaga supaya air itu bisa turun,” ujar Pramono di lokasi.
Ia menjelaskan bahwa Kali Sepak memiliki peran krusial sebagai muara aliran air yang terhubung dengan Cengkareng Drain. Aliran di kali ini bahkan berasal dari lintas provinsi, menjadikannya salah satu muara utama selain Kali Pesanggrahan dan Kali Angke.
“Karena ini muaranya lintas provinsi sehingga demikian ini salah satu muara utama, selain Kali Sepak, Kali Pesanggrahan, dan sebagainya,” tutur Pramono.
Penanganan Banjir dan Upaya Preventif
Meskipun mengakui bahwa penanganan banjir di Jakarta saat ini relatif terkendali dan lalu lintas berjalan lancar, Pramono Anung tetap menekankan pentingnya tindakan preventif. Ia secara khusus meminta jajaran Dinas Sumber Daya Air untuk terus melakukan pengerukan kali dan sungai secara rutin.
“Dan alhamdulillah penanganan banjir di Jakarta relatif sekarang ini semuanya sudah tertangani dan lalu lintas berjalan dengan baik. Tetapi saya tetap meminta kepada Suku Dinas Sumber Daya Air untuk penanganan preventif dilakukan,” ucapnya.
Modifikasi Cuaca dan Eskavator Siaga
Menyikapi prediksi BMKG mengenai potensi curah hujan tinggi pada hari esok, Pramono Anung memerintahkan jajarannya untuk melakukan modifikasi cuaca. Langkah ini diharapkan dapat meminimalkan dampak banjir yang mungkin terjadi.
“Karena dari data BMKG ada kemungkinan besok juga curah hujannya tinggi. Sehingga dengan demikian kami tetap melakukan penggalian, ada 200 ekskavator di 5 wilayah. Di sini ada tiga dan mudah-mudahan tindakan preventif yang kita lakukan tetap bisa mengurangi dampak dari banjir yang ada di Jakarta,” jelasnya.
Lebih lanjut, Pramono menambahkan, “Untuk besok, saya juga sudah memerintahkan untuk dilakukan modifikasi cuaca supaya tidak dampaknya seperti yang sudah.”






