Berita

Pramono Anung Izinkan Sekolah Daring dan WFH di Jakarta hingga 27 Januari Akibat Cuaca Ekstrem

Advertisement

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, telah memberikan izin bagi sekolah untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh (daring) dan bagi perusahaan untuk memberlakukan kerja dari rumah (WFH) menyusul cuaca ekstrem yang melanda ibu kota. Kebijakan ini diambil untuk memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan meskipun terjadi hujan deras dan banjir.

Aktivitas Tetap Berjalan di Tengah Cuaca Buruk

Pramono Anung menyatakan persetujuannya kepada Dinas Pendidikan dan Dinas Tenaga Kerja untuk mengimplementasikan sekolah daring dan WFH. “Saya sudah memberikan persetujuan kepada Dinas Pendidikan untuk memperbolehkan school from home dan juga kepada Dinas Tenaga Kerja untuk work from home,” ujar Pramono di Kawasan Semper Timur, Jakarta Utara, Jumat (23/1/2026).

Ia menambahkan bahwa banjir yang kerap terjadi di Jakarta seringkali memicu kemacetan lalu lintas yang parah. Dengan adanya opsi belajar dan bekerja dari rumah, Pramono berharap warga dapat beraktivitas dengan lebih mudah. “Kalau curah hujan tinggi, banjir, dan juga persoalan kemacetan lalu lintas, dengan School From Home dan Work From Home, saya yakin aktivitas bisa tetap berjalan,” jelasnya.

Infrastruktur Mendukung dan Fleksibilitas Waktu

Menurut Pramono, infrastruktur di Jakarta sudah memadai untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran daring dan WFH. Kebijakan ini rencananya akan diterapkan hingga 27 Januari 2026, dengan penyesuaian berdasarkan perkembangan kondisi cuaca.

Advertisement

“Yang untuk school from home maupun work from home, ya melihat perkembangan cuaca yang ada. Kalau memang masih katakanlah sampai dengan tanggal 27 (Januari) masih curah hujan tinggi, ya kita lakukan. Nanti keluar SE baru. Tapi intinya bahwa kami menangani itu,” terangnya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mempersilakan pihak sekolah dan perusahaan swasta untuk mengadopsi kebijakan serupa. “Boleh, swasta juga boleh,” tegasnya.

Advertisement