Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki statistik yang lebih baik dibandingkan Jepang dan Eropa. Pernyataan ini disampaikan saat peresmian 1.079 Sekolah Polisi Pengetahuan Umum (SPPG) Polri di Jakarta Barat pada Jumat, 13 Februari 2026.
Perbandingan Angka Keracunan Makan Bergizi Gratis
Awalnya, Prabowo membahas isu keracunan yang menimpa para penerima manfaat program makan bergizi gratis (MBG). Ia menyebutkan bahwa hingga kini tercatat sekitar 28 ribu penerima manfaat mengalami gangguan kesehatan, seperti sakit perut.
“Sampai hari ini kurang lebih sudah 28 ribu penerima manfaat yang menerima gangguan, dikatakan keracunan, sakit perut dan sebagainya. 28 ribu dari 4,5 miliar. Kalau tidak salah itu adalah 0,006 artinya 99,994,” ujar Prabowo.
Ia menambahkan, jika dilihat dari sudut pandang statistik, angka tersebut menunjukkan keberhasilan program. “Itu kalau statistik, itu kan dibulatkan ke atas. 99,994 itu berhasil itu. Di mana ada usaha manusia yang 100%?” jelasnya.
Statistik Indonesia Lebih Baik dari Jepang dan Eropa
Prabowo kemudian membandingkan statistik Indonesia secara umum dengan negara lain. Ia mengaku baru saja menerima laporan dua hari sebelumnya yang menunjukkan keunggulan statistik Indonesia.
“Saya dapat laporan kemarin, ini tolong diverifikasi. Tapi saya dapat laporan, kita punya statistik hari ini. Insya Allah kita pertahankan, kalau bisa kita kurangi lagi. Kita punya statistik itu lebih baik dari Jepang dan lebih baik dari Eropa,” tuturnya.
Mendapatkan laporan tersebut, Prabowo mengingatkan jajarannya untuk tidak berkecil hati. “Ini saya baru dapat laporan dua hari yang lalu. Kalau demikian, ya kita tidak boleh terlalu kecil hati,” katanya.
Pesan untuk Tidak Sombong
Di sisi lain, Prabowo juga memberikan peringatan keras agar tidak bersikap sombong. Menurutnya, kesombongan adalah awal dari kehancuran.
“Jangan kita sombong, jangan kita petantang petenteng. Kesombongan adalah awal dari kehancuran. Ingat itu. Semakin berisi, semakin menunduk. Itu adalah ilmu padi dari nenek moyang kita. Itu adalah ilmu pendekar,” tegas Prabowo.





