Presiden Prabowo Subianto menyempatkan diri mengunjungi Paviliun Indonesia di sela-sela Annual Meeting World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, pada Jumat (23/1/2026). Kunjungan ini dilakukan usai Prabowo menyampaikan pidato kunci di forum bergengsi tersebut. Di paviliun, Prabowo tampak menyapa dan bercengkerama dengan sejumlah pengunjung, baik dari Indonesia maupun mancanegara, termasuk tamu dari Norwegia. Interaksi ini menunjukkan antusiasme terhadap peluang kerja sama dan investasi di Indonesia.
Momen Kebersamaan dan Diskusi Santai
Setelah menyapa para pengunjung, Presiden Prabowo duduk bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih. Dalam suasana yang lebih santai, mereka membahas agenda yang baru saja dihadiri di Davos Congress Centre, khususnya mengenai pidato kunci yang disampaikan Prabowo di forum WEF. Momen kebersamaan ini dilanjutkan dengan menikmati kopi hangat khas Indonesia bersama para menteri.
Jajaran menteri yang turut hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga Ketua Badan Pengelola Investasi Danantara Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Viada Hafid, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Paviliun Indonesia: Jendela Peluang Global
Paviliun Indonesia di Annual Meeting WEF 2026 berfungsi sebagai platform resmi untuk mempromosikan investasi, memfasilitasi dialog kebijakan, dan membangun kolaborasi strategis dengan komunitas global. Dengan tema “Indonesia Endless Horizons”, paviliun ini menjadi ruang penting untuk dialog tingkat tinggi, diskusi tematik, kegiatan business matching, serta pertemuan bilateral antara delegasi Indonesia dan investor global.
Pidato Kunci dan Program Prioritas Pemerintah
Sebelumnya, pada Kamis (22/1/2026), Presiden Prabowo telah memaparkan arah dan program-program utama pemerintahannya dalam pidatonya di World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026. Salah satu poin penting yang disampaikan adalah pembentukan sovereign wealth fund Danantara Indonesia sebagai instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan dan industrialisasi nasional. Danantara diharapkan menjadi fondasi kemitraan Indonesia dengan investor global.
Selain itu, Prabowo juga memaparkan kebijakan efisiensi fiskal yang menjadi landasan pembiayaan berbagai program prioritas. Ia menjelaskan bahwa dalam dua bulan pertama pemerintahannya, anggaran negara telah direstrukturisasi secara signifikan, memungkinkan peluncuran program makan bergizi gratis yang kini berkembang pesat. Program pembangunan koperasi desa, modernisasi kampung nelayan, serta penguatan ekonomi rakyat juga turut dipaparkan sebagai bagian dari strategi pemerataan nasional.






