Presiden Prabowo Subianto meresmikan megaproyek kilang terintegrasi atau Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Senin (12/1/2026). Proyek ini diklaim sebagai kilang minyak terbesar di Indonesia.
Peresmian Simbolis
“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim pada sore hari ini Senin 12 Januari 2026 saya Prabowo Subianto Presiden RI dengan ini meresmikan infrastruktur energi terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan,” kata Prabowo di lokasi peresmian.
Peresmian dilakukan secara simbolis dengan menekan tombol oleh Prabowo. Ia didampingi sejumlah menteri, termasuk Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri.
Prestasi Penting Nasional
Prabowo menyambut baik peresmian kilang terbesar di Indonesia ini dan menyatakan kebanggaannya atas pencapaian tersebut.
“Saya menyambut bahagia dan bangga atas yang kita hasilkan hari ini, peresmian ini, saya ucapkan terima kasih kepada semua unsur dan pihak yang bekerja keras sehingga kita bisa berhasil mencapai hal ini. Ini prestasi penting bagi negara dan bangsa,” ujar Prabowo.
Peningkatan Kapasitas dan Penghematan Devisa
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa RDMP Balikpapan memiliki kapasitas produksi 360 ribu barel per hari. Ia menambahkan bahwa proyek ini dapat menghemat devisa negara sekitar Rp 60 triliun.
“Ini adalah RDMP terbesar di Indonesia, Pak. Dan ini betul-betul dilakukan dengan menghasilkan dari 260 ribu barrel menjadi 360 ribu barrel. Yang sekarang sudah menuju kepada setara dengan Euro 5 dan ini menuju kepada Net Zero Emission,” ucap Bahlil.
“Jadi dengan RDMP ini, kita bisa menghemat devisa kurang lebih sekitar Rp 60 triliun lebih. Karena dia bisa menambah 100 ribu barrel, dengan bensin itu kita bisa menghasilkan 5,8 juta kiloliter per tahun,” sambungnya.
Detail Proyek RDMP Balikpapan
Megaproyek RDMP Balikpapan mencakup sistem penerimaan minyak mentah, pengolahan, hingga penunjang keandalan rantai pasok energi secara menyeluruh. Dengan total investasi setara Rp 123 triliun, proyek ini bertujuan untuk:
- Memodernisasi kilang eksisting.
- Meningkatkan kapasitas pengolahan minyak.
- Menghasilkan Bahan Bakar Minyak (BBM) berkualitas tinggi dan ramah lingkungan.
- Mendorong hilirisasi industri petrokimia.
- Memperkuat ketahanan energi nasional.
Kilang ini juga dilengkapi dengan fasilitas Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex. Fasilitas ini dirancang untuk mengoptimalkan pengolahan residu minyak menjadi produk bahan bakar dan petrokimia bernilai tinggi, termasuk produksi LPG dan produk petrokimia seperti propylene dan sulfur.
Kehadiran fasilitas RFCC Complex menjadikan Kilang Balikpapan mampu memproduksi bahan bakar berkualitas tinggi setara standar Euro 5, yang lebih bersih dan rendah emisi, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.






