Berita

Prabowo Panggil Menteri, Bahas Percepatan Pengolahan Sampah Mikro Jadi Pasir

Advertisement

Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis (12/2/2026), memanggil sejumlah menteri Kabinet Merah Putih. Agenda utama yang dibahas adalah percepatan penerapan teknologi pengolahan sampah skala mikro.

Fokus pada Sampah Mikro

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Mendiktisaintek Brian Yuliarto, yang hadir dalam rapat tersebut, menjelaskan bahwa salah satu fokus pembahasan adalah pengolahan mikro sampah secara masif. Ia menyebutkan bahwa teknologi ini sedang diujicobakan di berbagai universitas.

“Saya belum tahu nanti mungkin abis itu, mungkin melanjutkan yang sampah mikro kemarin,” kata Brian Yuliarto saat ditemui di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (12/2/2026). Ia menambahkan, “Belum tahu juga katanya ada 7 orang yang diundang (ratas).”

Target Penerapan di Kelurahan

Brian Yuliarto memaparkan bahwa harapan dari uji coba di universitas ini adalah agar teknologi pengolahan sampah skala kecil tersebut dapat diterapkan di tiap kelurahan pada tahun ini. “Sudah banyak. UGM, ITB, ITB baru akan mulai, Undip sudah, ada mungkin ditemukan ada 20 kampus diterapkan. Tahun ini kita dorong untuk membuat sampah di kampus selesai di kampus. Jadi mungkin kita harapkan 100 kampus tahun ini buat program sampah di kampus selesai di kampus,” jelasnya.

Arahan percepatan penerapan teknologi pengolahan sampah skala mikro ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto dalam rapat penanganan sampah nasional terbaru.

Advertisement

“Jadi Bapak Presiden memberikan arahan selain tentu waste to energy yang tetap terus berjalan, beberapa teknologi pengolahan sampah skala mikro yang memang sudah dikembangkan di beberapa kampus tadi diminta oleh Bapak Presiden untuk dilakukan percepatan,” ujar Brian Yuliarto kemarin.

Berbeda dengan Waste to Energy

Brian Yuliarto menegaskan bahwa pengolahan sampah skala kecil ini berbeda dengan program waste to energy yang juga dicanangkan oleh Presiden Prabowo. Jika waste to energy menghasilkan listrik, pengolahan sampah di tingkat kelurahan ini akan mengubah sampah menjadi pasir atau debu.

“Kalo yang ini tidak menghasilkan listrik. Jadi ini hanya untuk menangani sampah menjadi pasir atau debu ya yang nanti bisa dipakai untuk mencampur, dicampur pasir untuk apa trotoar, untuk semen, dan sebagainya,” terangnya.

Selain Mendiktisaintek Brian Yuliarto, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono juga tampak hadir dalam rapat tersebut.

Advertisement