Presiden Prabowo Subianto memaparkan pandangannya mengenai perdamaian dan stabilitas Indonesia saat menjadi pembicara kunci dalam World Economic Forum di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). Dalam forum tersebut, Prabowo menyoroti prinsip bahwa setiap rezim yang berkuasa selalu berkewajiban membayar utang dari pemerintahan sebelumnya.
Pertumbuhan Ekonomi dan Stabilitas Indonesia
Prabowo mengawali paparannya dengan menjelaskan capaian ekonomi Indonesia yang terus tumbuh di atas 5% selama beberapa tahun terakhir, dengan inflasi yang tetap terkendali. Ia menekankan bahwa pengakuan dari lembaga-lembaga internasional terhadap ketangguhan ekonomi Indonesia bukanlah sekadar optimisme kosong, melainkan didasarkan pada bukti nyata.
“Lembaga-lembaga internasional tidak memuji kita karena optimisme yang tidak berdasar. Mereka melakukannya karena bukti. Mereka mengakui bahwa ekonomi Indonesia tangguh. Kebijakan kita telah dan akan selalu terkalibrasi dengan baik,” ujar Prabowo.
Kunci Perdamaian dan Stabilitas: Persatuan
Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan bahwa perdamaian dan stabilitas yang dinikmati Indonesia selama bertahun-tahun bukanlah hasil dari keberuntungan semata. Menurutnya, hal tersebut tercipta karena Indonesia secara konsisten memilih persatuan di atas perpecahan.
“Perdamaian dan stabilitas di Indonesia selama bertahun-tahun tidak terjadi secara kebetulan. Perdamaian dan stabilitas di negara saya tidak terjadi karena keberuntungan. Itu terjadi karena kita, orang Indonesia, telah dan akan selalu terus memilih persatuan daripada perpecahan, persahabatan dan kerja sama daripada konfrontasi, dan selalu persahabatan daripada permusuhan,” jelasnya.
Menghormati Utang dan Warisan Pemerintahan
Prabowo menegaskan bahwa pencapaian ekonomi dan stabilitas yang diraih Indonesia merupakan hasil kerja keras bertahun-tahun. Ia mengingatkan bahwa kredibilitas yang telah dibangun sangat mahal untuk diperoleh kembali jika sampai hilang.
“Indonesia dalam sejarah kita tidak pernah sekali pun gagal membayar utang kita. Tidak sekali pun,” tegas Prabowo.
Ia kemudian menguraikan prinsip penting dalam tata kelola pemerintahan di Indonesia. “Rezim yang berkuasa selalu membayar utang rezim sebelumnya. Presiden demi presiden akan selalu menghormati utang pemerintahan sebelumnya,” imbuhnya.






