Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri Pertemuan Filantropi Konservasi Gajah Peusangan di Lancaster House, London, pada Kamis (22/1/2026). Dalam acara tersebut, Prabowo juga berkesempatan bertemu dengan Raja Inggris Charles III. Kehadiran Presiden Prabowo menegaskan komitmen Indonesia dalam memperkuat kerja sama internasional di bidang pelestarian satwa liar dan konservasi lingkungan.
Pertemuan dengan Raja Charles III
Setibanya di lokasi, Prabowo disambut oleh Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Lingkungan Hidup Hashim Djojohadikusumo dan Menteri Kesetaraan Inggris Seema Malhotra. Setelah menerima penghormatan dari personel jajar kehormatan, Prabowo diarahkan menuju ruang tunggu. Beberapa saat sebelum kedatangan Raja Inggris Charles III, Prabowo dipersilakan menuju State Dining Room. Di ruangan tersebut, kedua pemimpin melakukan pertemuan singkat sebelum mengikuti rangkaian utama acara.
Selanjutnya, Prabowo dan Raja Charles menerima penjelasan singkat mengenai Pertemuan Filantropi Konservasi Gajah Peusangan dari CEO Circular Bioeconomy Alliance Marc Palahi. Keduanya kemudian diarahkan menuju Grand Hall untuk menghadiri sesi akhir pertemuan yang telah berlangsung sejak pagi hari. Kehadiran kedua pemimpin menjadi simbol kuat dukungan politik dan moral terhadap upaya konservasi Gajah Peusangan serta penguatan kemitraan internasional di bidang pelestarian keanekaragaman hayati.
Komitmen Konservasi Gajah Peusangan
Pertemuan filantropi ini berfokus pada upaya konservasi Gajah Peusangan. Tujuan utama program ini adalah menciptakan koridor satwa liar yang aman, memitigasi konflik antara manusia dan gajah, serta melindungi habitat penting yang tersisa bagi Gajah Sumatera. Pendekatan konservasi ini juga diarahkan untuk mendukung rehabilitasi hutan dan melibatkan masyarakat lokal secara aktif.
Partisipasi Prabowo dalam forum ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Indonesia untuk mendorong kolaborasi global dalam perlindungan satwa liar. Hal ini juga memperkuat diplomasi lingkungan sebagai bagian integral dari agenda pembangunan berkelanjutan Indonesia di tingkat dunia.






