Pidie Jaya – Polres Pidie Jaya bersama masyarakat setempat menggelar aksi gotong royong masif untuk mempercepat pemulihan pascabencana banjir yang melanda wilayah tersebut. Fokus utama kegiatan ini adalah pembersihan fasilitas umum dan sarana pendidikan yang terdampak parah.
Fokus Pemulihan Fasilitas Pendidikan
Aksi yang dilaksanakan pada Jumat (2/1/2026) ini menyasar sejumlah titik krusial, termasuk Kantor Keuchik Gampong Meunasah Lhok, meunasah, fasilitas umum lainnya, serta Sekolah PAUD/TK Bungong Jeumpa di Gampong Lueng Rimba, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Telegram Kapolda Aceh tertanggal 18 Desember 2025 mengenai pelaksanaan pemulihan pascabencana melalui gotong royong bersama Polri dan masyarakat.
Kapolres Pidie Jaya, AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, melalui Kasi Humas Polres Pidie Jaya AKP Mahruzar Hariadi, menegaskan bahwa prioritas pemulihan pascabencana adalah pembersihan fasilitas pendidikan. Hal ini sejalan dengan Surat Edaran Dinas Pendidikan Provinsi Aceh yang menetapkan bahwa Proses Belajar Mengajar akan kembali dilaksanakan pada 5 Januari 2026 bagi sekolah yang telah dinyatakan layak digunakan.
“Polri siap membantu pembersihan sekolah-sekolah agar anak-anak dapat kembali mengikuti proses belajar mengajar dengan aman dan nyaman. Ini adalah bentuk kepedulian kita terhadap keberlangsungan pendidikan pascabencana,” ujar AKP Mahruzar Hariadi dalam keterangannya pada Sabtu (3/1/2026).
Melibatkan Berbagai Elemen
Pelaksanaan gotong royong ini melibatkan partisipasi aktif dari berbagai pihak. Di antaranya, Kasubbagdalprogar Bagren Polres Pidie Jaya AKP Hendra Saputra, Kasat Reskrim Polres Pidie Jaya IPTU Fauzi Atmaja, Kasat Samapta Polres Pidie Jaya IPTU Ramli, Kapolsek Meureudu AKP Mustafa Kamal, personel Polres Pidie Jaya, personel BKO Brimob Polda Aceh yang tergabung dalam Operasi Aman Nusa II, personel Polsek Meureudu, serta masyarakat dari Gampong Meunasah Lhok dan Gampong Lueng Rimba.
Berbagai peralatan berat dan pendukung dikerahkan untuk memaksimalkan efektivitas pembersihan. Peralatan tersebut meliputi excavator mini, dump truck, mesin pompa air, serta perlengkapan kebersihan seperti sekop, cangkul, sapu, dan ember. Seluruh elemen masyarakat bersama personel Polri bahu-membahu membersihkan lumpur, sampah, dan material banjir yang mengotori fasilitas umum, kantor pemerintahan gampong, serta ruang kelas dan halaman sekolah.
Harapan untuk Kelangsungan Pendidikan
Polres Pidie Jaya juga menyampaikan harapan agar dinas terkait dapat segera melakukan pengecekan terhadap sekolah yang belum dapat difungsikan. Selain itu, diharapkan adanya solusi sementara, seperti penyewaan gedung atau penyediaan tenda belajar, guna memastikan proses pendidikan tetap berjalan tanpa hambatan berarti.
Aksi gotong royong ini menjadi bukti nyata sinergi antara Polri dan masyarakat dalam upaya percepatan pemulihan pascabencana. Kegiatan ini juga bertujuan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di tengah situasi pascabencana. Polres Pidie Jaya berkomitmen untuk terus memberikan dukungan kepada masyarakat selama masa-masa pemulihan ini.






