Polres Pelabuhan Tanjung Priok berhasil membongkar peredaran narkotika jenis baru yang dikemas dalam bentuk vape atau liquid ‘zombie’. Ribuan cartridge berisi zat etomidate disita dalam operasi yang dilakukan sejak 10 Desember 2025 hingga 30 Januari 2026.
Empat Tersangka Berhasil Diamankan
Operasi penangkapan ini berujung pada diamankannya empat orang tersangka. Penyelidikan marathon yang dilakukan Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok membuahkan hasil dengan penangkapan para pelaku. Tersangka pertama berinisial R (35) ditangkap di sebuah hotel di Jakarta Barat pada 13 Januari 2026. Selanjutnya, pada 30 Januari 2026, tiga tersangka lainnya yaitu RP (32), MR (25), dan N (37) turut diamankan.
Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Aris Wibowo menyatakan bahwa para tersangka dijerat dengan beberapa pasal berlapis. “Persangkaan pasal yaitu Pasal 119 ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2025 tentang penyesuaian pidana atau Pasal 609 ayat 2B KUHP, dan Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” ujar AKBP Aris Wibowo, Kamis (12/2).
Ribuan Vape ‘Zombie’ dan Mobil Disita
Dalam pengungkapan ini, polisi menyita ribuan cartridge vape ‘zombie’ dari para tersangka. Dari tersangka R, disita tas berisi 333 pod atau cartridge rokok elektrik yang dikemas dengan tiga merek berbeda, serta ponsel milik R. “Berdasarkan keterangan tersangka bahwa tersangka menerima cartridge rokok elektrik yang mengandung narkotika golongan II jenis etomidate tersebut sebanyak 5.139 buah di wilayah Jambi pada tanggal 10 Desember 2025,” ungkap Aris.
Aris menambahkan bahwa sebanyak 4.806 cartridge telah didistribusikan ke beberapa wilayah di Jakarta dan sekitarnya. R diketahui menerima upah sebesar Rp 30 juta dari seorang berinisial K untuk mengedarkan narkoba tersebut. “Penyelidikan kami tidak berhenti di sini. Kami terus menggali keterangan tersangka dan melakukan analisa terhadap riwayat komunikasi dan perjalanan, kami memprediksi akan ada pengiriman selanjutnya, yang ternyata dugaan kami benar,” bebernya.
Pengembangan lebih lanjut berhasil mengamankan tersangka RP, MN, dan N. Dari ketiga tersangka ini, polisi menyita ribuan cartridge rokok elektrik. “Barang bukti berupa satu buah koper yang di dalamnya terdapat 5.095 buah cartridge rokok elektrik berisi cairan bening narkotika golongan II jenis etomidate,” sebutnya.
Selain itu, polisi juga menyita dua unit mobil, delapan unit ponsel, paspor, STNK, dan tiket pesawat dari Malaysia menuju Sumatera Utara. Berdasarkan hasil penyelidikan, narkoba tersebut dibawa ke Indonesia melalui Kota Tanjung Balai lalu didistribusikan ke Jakarta.
Efek Mengerikan Narkoba ‘Zombie’
Narkoba jenis etomidate atau liquid zombie ini dapat menimbulkan efek pandangan kosong hingga kejang-kejang jika dikonsumsi. “Di pasaran, pod etomidate sering disebut liquid zombie, karena efek yang ditimbulkan seperti zombie. Pandangan kosong dan bisa mengakibatkan kejang-kejang,” kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Aris Wibowo, Rabu (11/2).
Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Trendy Habibie menjelaskan bahwa campuran obat anestesi (bius) dalam cairan rokok elektrik ini menghasilkan efek samping yang membuat penggunanya bertingkah laku layaknya zombie. “Karena campuran obat anestesi (bius) ini ke dalam cairan rokok elektrik (vape) menghasilkan efek samping yang membuat penggunanya bertingkah laku layaknya zombie atau mayat hidup,” imbuhnya.
Kandungan tersebut merupakan obat bius dengan dosis yang sangat kuat. Penyalahgunaan zat ini dapat menyebabkan kehilangan kesadaran mendadak dan ketidakmampuan mengendalikan tubuh. “Pergerakan yang aneh dan kaku, efek samping dari penyalahgunaan etomidate menyebabkan pengguna sering kali gemetar, kejang, tubuh kaku, atau bergerak dalam posisi yang tidak wajar dan mengerikan, mirip dengan penggambaran zombie di film-film,” bebernya.
Lebih lanjut, pengguna narkoba jenis ini sering terlihat seperti ‘mati berjalan’, berdiri mematung dalam keadaan tidak sadar, hingga tertidur atau pingsan tiba-tiba. “Bahaya fisik yang ekstrem yaitu selain efek perilaku, penggunaan etomidate dalam vape dapat menyebabkan gagal napas, kerusakan organ vital, dan kematian mendadak,” ungkapnya.






