Berita

Polisi Tunggu Konfirmasi Gojek Sebelum Panggil Pasangan Diduga Asusila di Taksi Online Cipulir

Advertisement

Pihak kepolisian masih menunggu konfirmasi dari manajemen Gojek terkait identitas sepasang kekasih yang diduga melakukan tindakan asusila di dalam taksi online di kawasan Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Langkah ini diambil untuk memastikan keakuratan data sebelum pemanggilan saksi dilakukan.

Identitas Saksi Masih dalam Konfirmasi

Kanit Reskrim Polsek Kebayoran Lama, AKP Ivo, menyatakan bahwa pihaknya telah mengantongi nama-nama yang diduga terlibat. Namun, pemanggilan resmi belum dapat dilakukan sebelum ada kepastian identitas dari pihak Gojek. “Ini sudah kita kantongi namanya, pemanggilannya belum, kan kita harus konfirmasi dengan Gojek dulu betul atau nggak, karena kalau kita panggil orang polisi kan harus tepat, statusnya masih tetap saksi,” ujar AKP Ivo saat dihubungi, Minggu (15/2/2026).

Kesulitan dalam mengidentifikasi pasangan tersebut muncul karena keterangan dari pengemudi taksi online yang menyaksikan kejadian. Pengemudi berinisial AR tersebut tidak dapat memastikan identitas kedua penumpangnya, terutama karena kejadian berlangsung pada malam hari.

“Karena posisi pada waktu itu malam, jadi driver Gojeknya pun juga tidak tahu itu siapa, jadi kita harus koordinasi pihak Gojek, tapi Gojeknya tutup. Kita sudah kantongi namanya, tetap kita akan panggil, ini pasti, karena dari kemarin Pak Kapolsek juga meminta segera, cuma karena kemarin kantor Gojek libur mungkin Rabu kita ke sana,” jelas AKP Ivo.

CCTV Menjadi Bukti Pendukung

Selain menunggu konfirmasi dari Gojek, kepolisian juga telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Salah satunya adalah CCTV di titik tempat pasangan tersebut turun.

“Itu sudah kita cek CCTV, cek CCTV yang dia turun di Cipulir itu juga kita cek semua juga,” ungkap AKP Ivo.

Kisah Pengemudi Taksi Online

Sebelumnya, video dugaan tindakan asusila tersebut viral di media sosial. Pengemudi taksi online, AR, menceritakan kronologi awal kecurigaannya. Ia menerima pesanan dari Jakarta Pusat menuju Jakarta Selatan.

Advertisement

Di tengah perjalanan, AR mulai curiga ketika penumpang wanita terus-menerus tiduran dan meletakkan kepalanya di paha penumpang pria. Ia kemudian menggeser spion tengah mobilnya untuk memastikan dugaannya.

“Saya mulai nundukin spion tengah. Baru mulai saya tegur,” terang AR kepada wartawan, Kamis (12/2).

AR menambahkan bahwa kedua penumpangnya awalnya tidak merespons tegurannya. Namun, setelah ia menegur dengan nada yang lebih tegas, penumpang wanita mulai beranjak bangun. Ia melihat pakaian kedua penumpang tersebut dalam kondisi berantakan.

“Saya ngeliat si cewek ini bajunya berantakan. Si laki-laki celananya juga nggak beres,” ungkapnya.

AR mengaku tidak ingin gegabah meminta mereka turun saat itu karena khawatir akan berdampak pada performa akunnya. Ia juga menjelaskan alasannya mengunggah video tersebut ke media sosial, yaitu untuk memberikan edukasi kepada penumpang lain agar menjaga kesopanan.

Advertisement