Berita

Polisi Lebak Bulus Edukasi Pengendara Lawan Arah dengan Pendekatan Religi

Advertisement

Sejumlah pengendara sepeda motor masih nekat melaju melawan arah di kawasan Adhyaksa, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Menanggapi fenomena ini, polisi lalu lintas (polantas) mengambil pendekatan unik dengan memberikan edukasi bernuansa religi kepada para pelanggar.

Pendekatan Humanis dan Persuasif

Bripda Ananda Rafi, seorang polantas yang bertugas di area tersebut, menggunakan pendekatan yang berbeda dari teguran tertulis sebelumnya. Ia secara langsung berinteraksi dengan pengendara, mengajak mereka untuk memutar arah dengan sapaan yang akrab, “Jangan lawan arah, putar, antum putar, astagfirullah.” Pendekatan ini terekam dalam video yang diunggah oleh akun Instagram TMC Polda Metro Jaya.

Dalam video tersebut, terlihat beberapa pengendara yang tidak tertib. Namun, Bripda Rafi dan rekan-rekannya memilih untuk menegur dengan ramah. Ia menekankan pentingnya ketertiban di dunia sebagai cerminan ketertiban di akhirat.

“Tertibnya kita di duniawi adalah cerminan tertibnya kita di akhirat dan Allah tidak menyukai orang-orang yang melukai dirinya sendiri dan (pelanggaran) ini termasuk melukai diri Anda sendiri,” ujar Rafi kepada salah satu pelanggar.

Melalui cara yang persuasif dan humanis ini, diharapkan pesan keselamatan berkendara dapat diterima dengan baik. Polisi juga mengajak masyarakat untuk turut serta dalam menciptakan ketertiban berlalu lintas.

Advertisement

“Ayo bareng-bareng. Di balik polisi yang sudah berbenah, reformasi, masyarakatnya juga harus tertib,” ucap Rafi.

Program Polantas Menyapa

Sebelumnya, polisi sempat memberikan teguran tertulis kepada para pemotor yang melawan arus. Langkah edukasi dengan pendekatan religi ini sejalan dengan program Polantas Menyapa yang dicanangkan oleh Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho.

Irjen Agus Suryonugroho menekankan bahwa penegakan hukum di jalan raya akan mengedepankan unsur humanis. Ia menyatakan bahwa pihaknya tidak mengutamakan pendekatan hukum semata, melainkan mengajak masyarakat untuk lebih disiplin demi keselamatan bersama.

“Jadi kita tidak mengutamakan pendekatan hukum, tetapi kami mengharapkan dengan adanya E-TLE termasuk juga digitalisasi lainnya, ini mengharapkan masyarakat agar disiplin dengan pribadinya, semuanya untuk kepentingan keselamatan,” kata Irjen Agus saat ditemui di Mapolres Sidoarjo, Jawa Timur, pada Senin (20/10/2025).

Advertisement