Berita

Polda Metro Jaya Sikat Premanisme Jelang Ramadan, Fokus Jaga Wilayah Rawan Tawuran

Advertisement

Jakarta – Polda Metro Jaya menggelar Operasi Pekat Jaya 2026 sebagai upaya antisipasi menjelang bulan suci Ramadan. Operasi ini difokuskan untuk menindak berbagai bentuk kejahatan jalanan, termasuk premanisme, guna menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif.

Fokus Ciptakan Suasana Khusyuk Ramadan

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menyatakan bahwa tujuan utama operasi ini adalah agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari serta ibadah di bulan Ramadan dengan tertib, nyaman, dan khusyuk. “Tujuan utama operasi Pekat Jaya Tahun 2026 adalah menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif, sehingga masyarakat dapat menjalankan kegiatan sehari-hari serta ibadah di bulan suci Ramadan dengan tertib nyaman dan khusyuk,” ujar Irjen Asep dalam keterangan tertulisnya, Rabu (28/1/2026).

Operasi Pekat Jaya 2026 akan berlangsung mulai tanggal 28 Januari hingga 11 Februari 2026. Sebanyak 675 personel dilibatkan dalam pelaksanaan operasi ini. Irjen Asep menegaskan bahwa Polri akan melaksanakan penegakan hukum secara tegas terhadap berbagai bentuk premanisme, kekerasan jalanan, dan tindak pidana lainnya. “Melalui operasi ini, Polri akan melaksanakan penegakan hukum secara tegas terhadap berbagai bentuk premanisme, kekerasan jalanan, dan tindak pidana lainnya. Namun demikian, setiap tindakan di lapangan harus dilaksanakan secara profesional proporsional, sesuai prosedur,” jelasnya.

Pemetaan Wilayah Rawan dan Patroli Gabungan

Lebih lanjut, Irjen Asep menambahkan bahwa personel yang bertugas akan memfokuskan penjagaan di daerah-daerah yang rawan terhadap kejahatan dan tawuran. Pihaknya telah memetakan wilayah rawan, termasuk kawasan Manggarai hingga Jalan Jenderal Basuki Rachmat (Basura). “Nanti kita akan fokus di wilayah hukum Jakarta Pusat, Jakarta Timur, yang sering, termasuk Jakarta Selatan. Itu yang wilayah perbatasan akan kita tempatkan pos pantau dan juga mobile dari patroli gabungan,” tuturnya.

Advertisement

Selain itu, upaya pencegahan juga dilakukan dengan mendatangi sekolah-sekolah untuk memberikan imbauan kepada para siswa agar tidak terlibat dalam aksi tawuran. Patroli siber juga digencarkan untuk memastikan keamanan ruang digital di Jakarta.

Penekanan pada Tindakan Humanis dan Profesional

Irjen Asep menekankan kepada personel yang bertugas untuk mengedepankan tindakan yang humanis namun tetap tegas dalam bertindak. Ia juga meminta personel untuk bersikap profesional dan proporsional sesuai aturan yang berlaku. “Pahami karakteristik wilayah tugas dan tingkatkan kewaspadaan, serta responsif terhadap setiap perkembangan situasi di lapangan. Kedepankan pendekatan yang humanis dan orientasi pelayanan, sehingga pelayanan polisi benar-benar dirasakan sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat,” kata dia.

Ia juga berpesan agar personel mengimplementasikan nilai-nilai program Jaga Jakarta, yaitu jaga lingkungan, jaga warga, jaga amanah, dan jaga aturan, sebagai landasan dalam setiap pelaksanaan tugas. “Implementasikan secara konsisten nilai-nilai program Jaga Jakarta, yaitu jaga lingkungan, jaga warga, jaga amanah dan jaga aturan, sebagai landasan setiap dalam pelaksanaan tugas,” imbuhnya.

Advertisement