Jakarta – Polda Metro Jaya mengerahkan ribuan personel gabungan untuk merespons bencana banjir yang melanda sebagian wilayah Jakarta dan Bekasi. Personel tersebut ditugaskan untuk melakukan evakuasi dan memberikan pelayanan kemanusiaan kepada warga yang terdampak.
Pengerahan Personel Gabungan
Pengerahan personel ini melibatkan berbagai satuan, termasuk polres jajaran, Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Polairud), Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas), dan Direktorat Samapta (Ditsamapta). Kegiatan ini telah berlangsung sejak Kamis (22/1/2026).
Fokus kepolisian tidak hanya terbatas pada pengaturan lalu lintas di jalan-jalan yang tergenang banjir, tetapi juga mencakup evakuasi warga, pelayanan kemanusiaan, pengamanan wilayah, serta pengaturan lalu lintas di titik-titik krusial yang terdampak.
Komitmen Polri di Tengah Cuaca Ekstrem
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan bahwa personel disiagakan penuh mengingat prediksi BMKG tentang potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. “Personel kami siapsiagakan karena menurut informasi BMKG dalam beberapa hari ini cuaca ekstrem. Sehingga, sebagai bentuk komitmen Polri kami hadir untuk melayani masyarakat terutama saat situasi darurat,” ujar Budi Hermanto dalam keterangannya, Jumat (23/1/2026).
Budi Hermanto juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, menghindari melintas di jalur yang tergenang, dan mematuhi arahan petugas di lapangan. Ia menambahkan, “Apabila masyarakat membutuhkan bantuan darurat, dapat menghubungi call center 110 Polri. Polri siap hadir memberikan pelayanan dan pertolongan.”
Situasi Banjir di Bekasi
Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Sumarni, melaporkan bahwa hingga Kamis (22/1) malam pukul 23.00 WIB, tercatat 145 titik banjir tersebar di 12 kecamatan. Sebanyak 17 titik pengungsian telah disiapkan, menampung 1.342 kepala keluarga yang terpaksa mengungsi.
Tindakan kepolisian di Bekasi meliputi evakuasi warga ke lokasi aman, penyaluran bantuan makanan, penyiapan dapur lapangan, distribusi sembako dan makanan ringan, pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat-obatan, serta pengantaran warga sakit ke rumah sakit. Patroli pengamanan wilayah terdampak juga gencar dilakukan untuk mencegah tindak kriminalitas.
Di Cikarang Utara, personel Brimob Polda Metro Jaya membuka dapur lapangan di Jalan Raya Gatot Subroto (Kali Ulu), Desa Karang Raharja. Mereka menyalurkan makanan siap saji, sembako, memberikan layanan kesehatan, membantu evakuasi warga, mendirikan tenda pengungsian, serta berkoordinasi dengan PLN dan instansi terkait.
Penanganan Banjir di Jakarta
Di Jakarta Selatan, banjir dengan ketinggian 30-60 cm merendam kawasan Pondok Karya, Kecamatan Mampang. Tim SAR Ditpolairud Polda Metro Jaya dikerahkan sejak pukul 18.30 WIB menggunakan perahu karet, skiff boat, dan life jacket untuk melakukan pemantauan, kesiapsiagaan, dan evakuasi warga.
Sementara itu, di Jakarta Barat, Ditlantas Polda Metro Jaya melakukan pengaturan dan pengalihan arus lalu lintas di Jalan Daan Mogot, Pesing, akibat genangan air setinggi 40-50 cm. Petugas juga membantu kendaraan yang mogok dan menjaga kelancaran arus lalu lintas.
Personel Ditsamapta Polda Metro Jaya turut diterjunkan ke kawasan Pondok Karya dan Daan Mogot untuk membantu pengamanan dan memberikan bantuan di lapangan.






