Berita

Polda Metro Jaya Gagalkan Produksi Narkoba Cair Etomidate di Apartemen Pluit, WN China Jadi Peracik

Advertisement

Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya berhasil membongkar sebuah laboratorium tersembunyi yang memproduksi narkotika jenis etomidate di sebuah apartemen di kawasan Pluit, Jakarta Utara. Dalam operasi ini, dua orang berhasil diamankan, salah satunya merupakan warga negara China.

Dua Tersangka Diamankan, Satu WN China

Kasubdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Parikhesit, mengonfirmasi penangkapan tersebut. “Mengamankan 2 orang tersangka D WNI dan HW yang merupakan WN Tiongkok,” ujar Parikhesit kepada wartawan pada Selasa (13/1/2026).

Penangkapan ini berawal dari informasi yang diterima polisi dari Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta. Informasi tersebut berkaitan dengan adanya paket mencurigakan yang dikirim melalui jasa ekspedisi internasional. Paket tersebut diketahui berisi bahan narkotika dan peralatan laboratorium yang ditujukan ke sebuah lobi apartemen di Pluit.

Menindaklanjuti informasi tersebut, tim kepolisian segera bergerak dan berhasil menangkap kedua pelaku pada Jumat (9/1) sekitar pukul 15.30 WIB di lokasi apartemen yang dimaksud.

Temuan Barang Bukti dan Peran Tersangka

Dari hasil penggeledahan di apartemen tersebut, petugas menemukan sejumlah barang bukti. Di antaranya adalah paket FedEx berisi narkotika jenis etomidate seberat 100 gram, serta bahan kimia lain dengan berat 1 kilogram. Selain itu, ditemukan pula berbagai peralatan laboratorium, seperti tabung reaksi berkapasitas 3.000 ml, 1.000 ml, hingga 100 ml, botol laboratorium, alat pengaduk kaca, timbangan digital, alat suntik, dan dandang stainless.

Berdasarkan hasil penyelidikan, Parikhesit menjelaskan bahwa alat produksi untuk laboratorium ilegal ini dikirim dari India. Tersangka HW, yang merupakan warga negara China, diduga berperan sebagai peracik utama dalam proses pembuatan cairan etomidate.

Advertisement

Potensi Produksi Puluhan Liter Etomidate

Laboratorium narkoba yang digagalkan ini diperkirakan memiliki kapasitas produksi hingga 30 liter cairan etomidate. “Dari barang bukti yang kita amankan jumlah bahannya di perkirakan dapat memproduksi sekitar 30 liter cairan etomidate,” jelas Parikhesit.

Dengan kapasitas tersebut, laboratorium tersembunyi ini berpotensi menghasilkan hingga 15 ribu cartridge vape yang mengandung etomidate, yang siap diedarkan ke masyarakat. Namun, beruntung, laboratorium tersebut berhasil digagalkan sebelum sempat beroperasi dan mengedarkan hasil produksinya.

“Alhamdulillah, sebelum lab ini sempat beroperasi dan menghasilkan produk untuk diedarkan, kami berhasil menggagalkannya,” ungkap Parikhesit.

Saat ini, kedua tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Polda Metro Jaya. Pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman lebih lanjut terkait kasus ini.

Advertisement