Berita

Pohon Randu Alas 250 Tahun di Borobudur Akan Ditebang, Sebagian Dijadikan Monumen

Advertisement

Pohon randu alas raksasa berusia 250 tahun yang menjadi ikon Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Magelang, dipastikan akan ditebang pada hari Senin, 2 Februari 2026. Keputusan ini diambil setelah kajian dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dan melalui musyawarah dengan berbagai pihak terkait.

Pertemuan Finalisasi Keputusan

Pada Senin, 26 Januari 2026, Pemerintah Kabupaten Magelang menggelar pertemuan di Balkondes Tuksongo untuk menindaklanjuti hasil kajian Fakultas Kehutanan UGM. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkompincam), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora), Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Pemerintah Desa Tuksongo, serta tokoh masyarakat setempat.

Kepala Pelaksana BPBD Magelang, Edi Wasono, menyatakan bahwa keputusan akhir telah diambil setelah Kepala Desa merasa gamang untuk memutuskan sendiri. “Pak Kades masih gamang ketika mau memutuskan sehingga hari ini final bahwa akan dilakukan pemangkasan dengan catatan sebagian itu nanti akan dijadikan monumen,” ujar Edi Wasono, dilansir detikJateng, Senin (26/1).

Rencana Penebangan dan Pembuatan Monumen

Sebagian dari pohon randu alas tersebut rencananya akan dipertahankan untuk dijadikan monumen. Keputusan ini diambil secara musyawarah mufakat oleh seluruh pihak yang hadir.

Advertisement

Rencana penebangan akan dilaksanakan pada hari Senin, 2 Februari 2026. Pelaksanaan penebangan akan melibatkan tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), para relawan, serta tim dari Kepala Desa dan masyarakat Tuksongo.

“Hari Senin (2/2), insyaallah kami dari DPU, DLH, dari relawan, Tim Pak Kades, dan masyarakat Tuksongo rencananya akan memotong itu (randu alas),” kata Kepala Bidang Pengelolaan Keanekaragaman Hayati dan Kearifan Lokal Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup Magelang, Joni Budi Hermanto, pada Sabtu (31/1).

Advertisement